BOGOR — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melantik 720 ASN di lapangan sepak bola Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Rabu (17/6/2026). Pemilihan lokasi di tengah permukiman warga ini menjadi sinyal perubahan paradigma birokrasi yang selama ini dinilai terlalu berpusat di perkantoran.
Dedi Mulyadi menjelaskan, pelantikan di Desa Sukawangi bukan sekadar seremonial. Ia ingin para ASN memahami bahwa Jawa Barat tidak hanya meliputi kawasan perkotaan di sekitar Gedung Sate, tetapi juga wilayah luas dengan potensi dan tantangan masing-masing.
"Pertama, agar pemahaman tentang Jawa Barat tidak hanya seputar Gedung Sate, karena Jawa Barat itu sangat luas. Kedua, agar para ASN memahami potensi dan tata letak wilayah Jawa Barat," ujar Dedi.
Desa Sukawangi, menurut Dedi, berada di kawasan yang dekat dengan situs sejarah Pakuan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda. Wilayah ini juga dikelilingi panorama pegunungan yang dinilai berpotensi menjadi destinasi wisata.
Pemprov Jawa Barat berencana membangun akses jalan yang menghubungkan kawasan tersebut dengan sejumlah daerah, mulai dari Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Bandung Barat, hingga Cianjur. Dedi meyakini, infrastruktur yang baik akan mendorong sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian warga setempat.
"Kalau jalannya sudah bagus, dengan lanskap alam yang luar biasa ini akan menjadi kawasan wisata. Dampaknya tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjual lahan kepada pihak luar daerah. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kelestarian alam sekaligus memastikan manfaat ekonomi dari sektor pariwisata tetap dirasakan oleh warga setempat.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menekankan perubahan pola pikir ASN. Ia melarang praktik birokrasi yang hanya menyelesaikan pekerjaan administratif di balik meja.
"Jangan ada lagi sekolah dan puskesmas di pedesaan yang kondisinya tidak layak. ASN harus lebih banyak turun ke lapangan melihat langsung kondisi masyarakat. Pajak yang dipungut dari rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan jalan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan," tegasnya.
Ia menyebut era baru birokrasi di Jawa Barat kini mengedepankan kecepatan kerja, responsivitas, dan kedekatan dengan masyarakat.
Usai prosesi pelantikan, 720 ASN langsung mengikuti kegiatan bakti sosial di Desa Sukawangi. Mereka dibagi ke dalam 39 kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 20 orang. Setiap kelompok bertugas menjadi wali asuh bagi warga kurang mampu dan secara sukarela menggalang dana untuk merenovasi rumah tidak layak huni.
Salah seorang ASN dari Inspektorat Jawa Barat, Raisan, mengaku pelantikan di lapangan terbuka menjadi pengalaman yang berkesan sepanjang kariernya. "Ini menjadi kenangan tersendiri karena dilantik di lapangan terbuka, di desa yang jauh dari pusat kota," ujarnya.
Ivan, ASN dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat UPTD Kota Cirebon, juga menyatakan dukungannya. "Kami mendukung pesan yang disampaikan Gubernur dan antusias mengikuti kegiatan sosial setelah pelantikan," tandasnya.