Shion bukan sekadar hero baru dengan senjata ganda. Ia dirancang untuk memaksa pemain merangkai kemampuan secara berurutan—mirip style system di game aksi Jepang. Dalam wawancara grup dengan PC Gamer, lead hero producer Kenny Hudson mengungkapkan bahwa tim pengembang sempat membuat antarmuka style meter kecil yang akan bergerak dari peringkat D atau E, naik ke S, tergantung seberapa banyak kemampuan yang bisa dirangkai pemain.
Hudson mengakui idenya "keren," tetapi ternyata sulit diimplementasikan tanpa membuat pemain kewalahan. "Kami sempat membuatnya bisa berlari super cepat atau dua kali lipat kecepatan hero lain jika mencapai S rank," kata Hudson. "Itu terlalu liar, dan kami merasa sepeda motornya sudah cukup menantang."
Keputusan ini menunjukkan perdebatan klasik dalam desain game: antara memberi penghargaan pada keterampilan tinggi versus menjaga aksesibilitas. Di Overwatch yang sudah penuh dengan momen kacau, menambahkan metrik performa yang terus terlihat bisa menjadi beban mental tambahan.
Meski tanpa style rank, DNA Devil May Cry tetap tertanam di perangkat Shion. Sepeda motor yang disebut Hudson bukan sekadar alat transportasi. Shion bisa melompat ke udara bersamanya, berhenti sejenak, lalu menendangnya ke arah musuh—sebuah serangan area yang eksplosif. "Sepeda adalah inti dari desainnya, semua kemampuan lain dibangun di sekelilingnya," jelas Hudson.
Kemampuan lainnya dirancang agar bisa digunakan secara bergantian. Setiap pistol menembak tiga butir peluru sebelum berganti ke pistol satunya. Keduanya bisa ditembakkan dalam pola X untuk damage besar. Dash-nya bisa dipakai untuk masuk atau keluar dari pertempuran. Fleksibilitas ini, menurut Hudson, membuat Shion sangat efektif untuk menerkam target lemah sebelum mereka sempat bereaksi.
Namun, mobilitas tinggi Shion juga membawa risiko. Dalam playtest awal, Hudson mengakui bahwa hampir mustahil menjatuhkan Shion saat ia mengendarai sepeda karena hitbox-nya lebih kecil dari yang seharusnya. Masalah itu sudah diperbaiki, tetapi pemain tetap perlu latihan untuk menghentikannya sebelum menjadi "korban tabrak lari."
Kombinasi gerakan yang sulit ditebak membuat Shion diprediksi akan sering dilarang di mode ranked. "Gerakan erratic bisa menyebalkan seperti hero dengan auto-aim," kata Hudson. Shion akan meluncur besok saat Overwatch season 3 dimulai, dan para pemain Indonesia—yang cukup aktif di scene kompetitif Asia—perlu bersiap menghadapi hero dengan gaya bertarung yang benar-benar baru.