JAWA BARAT — Kenaikan harga ini bukan kali pertama terjadi. Jika dirunut sejak peluncuran perdana pada 2017 lalu, CRF250 Rally saat itu masih dijual Rp 62,9 juta. Artinya, dalam kurun waktu sekitar delapan tahun, harga motor petualang ini melonjak lebih dari Rp 36 juta.
Untuk CRF250 Rally, AHM membanderolnya Rp 99,3 juta per April lalu. Angka ini naik Rp 2.073.000 dari harga sebelumnya yang tercatat Rp 97.247.000. Kenaikan ini cukup signifikan mengingat posisinya yang kini hanya selangkah lagi menembus angka Rp 100 juta.
Sementara itu, CRF250L yang merupakan motor trail andalan Honda kini dijual Rp 91.650.000. Model ini pertama kali meluncur di Indonesia pada 2023 dengan harga Rp 79,9 juta. Artinya, dalam dua tahun, harga CRF250L sudah naik sekitar Rp 11,7 juta.
Kenaikan harga ini tak lepas dari status CRF250 Series sebagai produk Completely Built-Up (CBU) yang didatangkan utuh dari Thailand. Sebagai motor impor, kedua model ini dikenakan bea masuk impor, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan pajak kendaraan lainnya. Fluktuasi nilai tukar dolar AS terhadap rupiah juga ikut mempengaruhi banderol akhir di pasar Indonesia.
Dari sektor dapur pacu, tidak ada perubahan. CRF250 Rally dan CRF250L sama-sama mengusung mesin 250cc DOHC silinder tunggal berpendingin cairan. Mesin ini menghasilkan tenaga maksimum 18,3 kW pada 9.000 rpm dan torsi puncak 23 Nm di 6.500 rpm.
Kedua model tetap dibekali fitur assist/slipper clutch pada sistem transmisinya. Teknologi ini membuat tuas kopling terasa lebih ringan saat digunakan di kemacetan, sekaligus meredam hentakan engine brake ketika pengendara menurunkan gigi secara mendadak. Risiko roda belakang selip pun bisa diminimalkan.
Untuk menunjang mobilitas di berbagai kondisi jalan, CRF250 Rally dan CRF250L mengandalkan suspensi depan inverted fork Showa berdiameter 43mm. Bagian belakang mengusung suspensi Showa Pro-Link yang sudah menjadi andalan motor trail Honda untuk meredam benturan di medan off-road.