BOGOR — Keluhan warga RW 12 Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Bogor Tengah, soal mati air yang sudah berlangsung tahun ke tahun akhirnya ditindaklanjuti langsung oleh direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. Tim teknis perusahaan daerah itu turun ke lapangan untuk berdialog dengan warga sekaligus memeriksa langsung titik-titik yang diduga mengalami kebocoran.
Hasil pemeriksaan sementara di lapangan, Perumda Tirta Pakuan menduga penyebab utama mati air di kawasan tersebut adalah kebocoran pada jaringan pipa distribusi. Kondisi infrastruktur yang sudah berusia tua disebut menjadi faktor yang memperparah gangguan pasokan air bersih ke rumah-rumah warga.
Direksi Perumda yang hadir dalam diskusi dengan pengurus RW 12 menyatakan akan segera melakukan perbaikan pada titik-titik yang terindikasi bocor. Langkah ini diambil setelah warga selama bertahun-tahun mengeluhkan pasokan air yang tidak lancar, bahkan kerap mati total dalam waktu lama.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan secara langsung dampak dari mati air yang berkepanjangan. Mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga hingga kesulitan memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi sehari-hari. Perumda Tirta Pakuan pun membuka ruang dialog untuk mendengar secara detail keluhan dan masukan dari masyarakat setempat.
Pemeriksaan titik kebocoran menjadi agenda utama setelah diskusi. Tim teknis Perumda berjalan kaki menyusuri sejumlah lokasi di lingkungan RW 12 yang dicurigai sebagai titik rawan kehilangan air. Data dari lapangan ini akan menjadi dasar penyusunan prioritas perbaikan jaringan.
Persoalan mati air di Kebon Pedes sebenarnya sudah menjadi keluhan berulang setiap tahun. Namun, respons langsung dari level direksi baru terjadi kali ini. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan dalam penanganan pengaduan masyarakat di lingkungan Perumda Tirta Pakuan.
Kehadiran direksi di lapangan juga menjadi sinyal bahwa perusahaan daerah itu mulai serius membenahi pelayanan, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan. Warga berharap tindak lanjut perbaikan tidak berhenti sekadar pada pemeriksaan, tetapi benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat.
Setelah memetakan titik kebocoran, Perumda Tirta Pakuan dijadwalkan akan menyusun jadwal perbaikan dan penggantian pipa yang rusak. Prioritas diberikan pada segmen jaringan yang mengalami kebocoran paling parah dan berdampak langsung pada pasokan air ke rumah warga.
Perumda juga berkomitmen untuk memperbarui data keluhan warga secara berkala agar persoalan serupa tidak terulang lagi di masa mendatang. Langkah ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih di Kota Bogor.