BOGOR — Banjir yang melanda Desa Cijayanti, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, merendam sedikitnya 138 unit rumah warga. Ketinggian air mencapai 1,5 meter, membuat sebagian besar wilayah pemukiman tidak bisa diakses dengan kendaraan roda dua.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa jam pada Senin lalu. Air mulai naik secara perlahan sejak sore hari dan mencapai puncaknya pada malam hari, saat sebagian besar warga sedang bersiap beristirahat.
Puluhan keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman. Sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka, sementara lainnya mengungsi ke rumah kerabat di desa tetangga yang tidak terdampak banjir.
“Ketinggian air terus naik. Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga,” ujar seorang warga setempat. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bogor telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan.
Banjir di Babakan Madang dipicu oleh meluapnya sungai yang melintasi kawasan tersebut. Curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat membuat debit air sungai tidak tertampung dan akhirnya meluber ke pemukiman warga.
Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi sejumlah titik di Desa Cijayanti. Warga berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan logistik dan peralatan kebersihan pasca banjir surut.
Pihak BPBD Kabupaten Bogor bersama aparat desa terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Posko darurat telah didirikan untuk memudahkan koordinasi evakuasi dan distribusi bantuan bagi warga terdampak.
“Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada. Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan,” kata perwakilan BPBD setempat. Pembersihan material lumpur dan pendataan kerugian material akan dilakukan setelah air benar-benar surut.