BANDUNG — Persib Bandung mengoleksi 78 poin dan memuncaki klasemen. Satu angka tambahan sudah cukup untuk mengunci gelar juara musim ini. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci. Persijap Jepara, yang duduk di peringkat ke-13 dengan 35 poin, bukan lawan yang bisa diremehkan.
Pada putaran pertama, Laskar Kalinyamat berhasil mengalahkan Persib. Catatan itu menjadi alarm bagi tuan rumah. Pelatih Persijap, Mario Lemos, menegaskan timnya tidak akan memberikan jalan mudah bagi Persib untuk berpesta di kandang sendiri.
“Kami datang dengan motivasi besar untuk menutup musim dengan hasil positif,” ujar Lemos dalam keterangan resmi. Ia juga memuji organisasi permainan anak asuhnya yang kian rapi, terutama performa kiper Muhammad Ardiansyah yang menjadi tembok kokoh di bawah mistar.
Data statistik sejak 2011 menunjukkan kedua tim memiliki kekuatan yang sangat berimbang. Dari enam pertemuan terakhir, Persib dan Persijap sama-sama mengantongi dua kemenangan, sementara dua laga lainnya berakhir imbang.
Jika Persib tergelincir dan kalah, sementara Borneo FC berhasil menumbangkan Malut United, gelar juara bisa jatuh ke tangan Pesut Etam. Laga di GBLA akhir pekan ini menjadi ujian mental sesungguhnya bagi pemuncak klasemen.
Pemkot Bandung menyiapkan JPO Asia Afrika untuk selebrasi juara. Akses dibatasi hanya untuk pemain dan ofisial demi keamanan dan menjaga status cagar budaya. Wagub Jabar Erwan Setiawan meminta Bobotoh tertib di GBLA dan mematuhi aturan tanpa flare.
Ketua Viking Tobias Ginanjar juga mengimbau suporter tidak masuk lapangan dan menyalakan flare. “Mari jaga seremoni sakral ini dengan tertib,” imbaunya. Rute konvoi juara Persib Bandung sudah disiapkan untuk 24 Mei 2026.
Polres Garut dan Polres Tasikmalaya Kota menggelar razia knalpot brong menjelang pertandingan. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menekan potensi gangguan selama laga berlangsung.
Persijap Jepara sendiri datang ke Bandung tanpa beban. Tim tamu telah lolos dari zona degradasi. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan saat menahan imbang Borneo FC 0-0 di laga sebelumnya menjadi sinyal bahaya bagi tuan rumah.