Persib saat ini memuncaki klasemen dengan 78 poin, unggul dua angka dari Borneo FC yang membuntuti di posisi kedua. Secara matematis, laga kontra Persijap menjadi penentu. Namun, pelatih Igor menegaskan timnya tidak melirik skenario perayaan lebih awal.
Instruksi Pelatih: 90 Menit Belum Berakhir
“Tak ada pembahasan terkait perayaan juara. (Masih ada) 90 menit lagi,” tegas Igor usai memimpin sesi latihan di GBLA, Kamis (21/5/2026), seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pernyataan itu menjadi alarm bagi seluruh pemain. Mentalitas juara yang dibangun sejak awal musim tidak boleh runtuh hanya karena godaan pesta di depan mata.
Mengapa Laga Melawan Persijap Bukan Sekadar Formalitas
Persijap Jepara, meski tidak berada di papan atas, tetap memiliki ambisi mengakhiri musim dengan hasil positif. Bagi Persib, tekanan justru datang dari keunggulan tipis atas Borneo FC. Satu langkah salah—kekalahan—bisa membuka celah bagi pesaing jika selisih gol menjadi penentu.
Dengan atmosfer GBLA yang dipastikan penuh Bobotoh, beban ekspektasi publik justru bisa menjadi bumerang apabila pemain kehilangan konsentrasi. Karena itu, pendekatan Igor yang menekan mentalitas bertarung hingga peluit akhir dinilai tepat.
Target Sejarah: Tiga Gelar Beruntun dan Rekor Baru
Jika berhasil mengalahkan atau setidaknya menahan Persijap, Persib akan mencatatkan diri sebagai juara tiga musim beruntun—sebuah pencapaian langka di sepak bola Indonesia. Capaian itu sekaligus mengukuhkan dominasi Maung Bandung di era Super League.
Namun, semua catatan sejarah itu masih abstrak. Yang konkret, menurut instruksi Igor, adalah 90 menit pertandingan yang harus dimenangkan satu per satu. Pesta juara boleh dirayakan, tapi hanya setelah wasit meniup peluit panjang.