Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Investor Menanti Data Neraca Dagang dan Respons Iran

Penulis: Taufik Rahman  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 09:47:35 WIB
Rupiah melemah 0,18 persen ke posisi Rp17.700 per dolar AS di tengah tekanan mata uang Asia dan global.

JAWA BARAT — Mata uang Garuda terkoreksi 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini mengikuti tekanan di sebagian besar mata uang kawasan Asia dan negara maju terhadap greenback.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Global

Di Asia, pergerakan mata uang bervariasi. Yuan China dan peso Filipina mencatat penguatan tipis, masing-masing naik 0,05 persen dan 0,09 persen. Namun, mayoritas mata uang regional justru tertekan.

  • Ringgit Malaysia turun 0,04 persen
  • Dolar Singapura melemah 0,05 persen
  • Yen Jepang terkoreksi 0,06 persen
  • Won Korea Selatan terdepresiasi 0,16 persen
  • Dolar Hong Kong turun 0,01 persen

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,05 persen, poundsterling Inggris turun 0,04 persen, dan dolar Australia terkoreksi 0,06 persen. Dolar Kanada dan franc Swiss juga tak luput dari tekanan.

Dua Sentimen yang Membayangi Rupiah Hari Ini

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pergerakan rupiah diperkirakan bakal konsolidatif pada hari ini. Dua faktor utama menjadi perhatian pelaku pasar.

"Investor wait and see rilis data neraca transaksi berjalan kuartal I Indonesia. Investor juga masih mengantisipasi respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat," ujar Lukman.

Data neraca transaksi berjalan akan menjadi indikator fundamental bagi ketahanan eksternal Indonesia. Jika tercatat defisit yang melebar, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut. Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor ketidakpastian global yang mendorong permintaan dolar AS sebagai aset safe haven.

Proyeksi Pergerakan dan Level Kritis

Lukman memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini akan berada dalam rentang Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS. Level psikologis Rp17.700 yang sudah ditembus pagi ini menjadi ujian pertama bagi stabilitas rupiah.

Jika tekanan jual terhadap rupiah berlanjut, level Rp17.750 berpotensi diuji. Sebaliknya, jika sentimen positif muncul dari data neraca transaksi berjalan, rupiah berpeluang kembali ke bawah level Rp17.600.

Reporter: Taufik Rahman
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top