JAKARTA — Penyerang asing Persija Jakarta, Mauro Zijlstra, siap merumput kembali setelah melewati masa pemulihan panjang. Pemain yang bergabung pada bursa transfer paruh musim ini mengaku sudah pulih 100 persen. Ia bertekad menyokong lini serang Macan Kemayoran dalam laga tandang terakhir musim ini melawan Persik Kediri.
Kebugaran Mauro menjadi sorotan lantaran kontribusinya masih minim sejak mendarat di Jakarta. Cedera paha memaksa eks penyerang FC Volendam tersebut menepi selama tujuh pekan terakhir. Absennya Mauro terjadi tepat saat tim membutuhkan daya gedor tambahan di lini depan.
Masalah paha atas Mauro awalnya hanya tergolong cedera tingkat satu (grade one). Namun, kondisinya justru memburuk saat ia memenuhi panggilan Timnas Indonesia beberapa waktu lalu. Intensitas pertandingan internasional membuat robekan ototnya meningkat ke tingkat dua.
"Saya bermain dan mencetak gol untuk tim nasional, tapi rasa sakitnya malah bertambah parah setelah itu dan cederanya naik ke tingkat dua," ujar Mauro kepada KOMPAS.com, Jumat (15/5/2026). Ia terpaksa menjalani rehabilitasi intensif bersama tim fisioterapi selama hampir dua bulan. Fase ini ia sebut sebagai periode tersulit dalam karier profesionalnya.
Selama pemulihan, Mauro hanya bisa menyaksikan rekan-rekannya berlatih dari pinggir lapangan. "Setiap hari melihat rekan setim berlatih sementara saya harus bersama fisioterapis, itu bukan masa yang menyenangkan," imbuhnya. Kini, ia lega bisa kembali terlibat dalam dua laga sisa musim ini.
Duel pekan ke-33 di Stadion Brawijaya menjadi momentum penting untuk memulihkan mentalitas Persija. Skuad Macan Kemayoran masih dibayangi kekecewaan usai takluk dari rival abadi, Persib Bandung, pada pekan sebelumnya. Kemenangan atas Persik menjadi harga mati demi mengobati luka para pendukung setia.
Mauro menegaskan seluruh elemen tim sepakat melupakan hasil buruk di Jawa Barat dan fokus mengamankan poin penuh. "Semua ingin menang dan menutup musim dengan hasil maksimal. Mari menangkan dua pertandingan terakhir," tutur pemain bernomor punggung 21 tersebut.
Sejak bergabung, Mauro baru mencatatkan dua penampilan dengan total 21 menit bermain. Penampilan terakhirnya tercatat pada Februari lalu saat menghadapi PSM Makassar. Kini, dengan kondisi fisik prima, ia berharap mampu memberikan dampak instan bagi ketajaman Persija.
Tim medis telah memberikan lampu hijau bagi Mauro untuk kembali bertanding. Meski kemungkinan besar mengawali laga dari bangku cadangan, ia menjadi opsi taktis krusial bagi pelatih. Kehadirannya diharapkan mampu membongkar pertahanan rapat Macan Putih dalam laga yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut.
Apa perbedaan cedera paha grade 1 dan grade 2?
Cedera grade 1 berupa tarikan otot ringan dengan robekan mikroskopis, sedangkan grade 2 melibatkan robekan otot parsial yang lebih luas. Pemulihan grade 2 memerlukan waktu lebih lama, biasanya berkisar 4 hingga 8 minggu.
Mengapa cedera bisa memburuk saat membela Timnas?
Intensitas tinggi dan waktu pemulihan singkat di level internasional sering memicu tekanan berlebih pada otot yang belum pulih sempurna. Dalam kasus Mauro Zijlstra, tekanan tersebut meningkatkan status cedera dari tingkat ringan menjadi moderat.