SUMEDANG — Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menutup Festival Literasi Sumedang Tahun 2026 di Halaman Depan Gedung Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Kamis (17/9/2026). Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian kegiatan yang mendorong penguatan budaya literasi Kabupaten Sumedang.
Acara itu dihadiri pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat. Festival Literasi Sumedang 2026 juga menghadirkan pameran buku, produk hasil transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, UMKM, dan berbagai layanan publik.
Layanan yang ditampilkan mencakup literasi kesehatan, lingkungan, pertanian, kependudukan, hingga antikorupsi.
Literasi Bukan Sekadar Berapa Buku Dibaca
Wabup Fajar menegaskan bahwa literasi memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar membaca. Menurutnya, literasi adalah tentang apa yang dipahami, apa yang dilakukan, dan apa manfaat yang bisa diberikan setelah mendapatkan pengetahuan.
"Artinya literasi itu ternyata luas artinya. Literasi bukan hanya soal berapa banyak buku yang kita baca. Literasi adalah tentang apa yang kita pahami, apa yang kita lakukan, dan apa manfaat yang bisa kita berikan setelah mendapatkan pengetahuan," ujarnya.
Ia menilai tema festival tahun ini sangat tepat, yakni "Menjaga Peradaban, Literasi Untuk Kesejahteraan". Budaya literasi Kabupaten Sumedang disebutnya sebagai fondasi penting untuk menjaga cara berpikir, karakter, pengetahuan, budaya, dan nilai-nilai baik yang diwariskan ke generasi berikutnya.
"Kalau kita bicara tentang menjaga peradaban, maka yang kita jaga bukan hanya bangunan atau benda-benda peninggalan masa lalu," tuturnya.
Mengapa Literasi Kian Penting di Era Digital
Wabup Fajar menyoroti tantangan literasi di era digital. Festival Literasi Sumedang 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan bahwa masyarakat literat bukan hanya yang bisa membaca, tetapi yang mampu memahami, memilah informasi, berpikir kritis, dan menggunakan pengetahuan untuk mengambil keputusan yang baik.
"Apalagi kita hidup di zaman ketika informasi datang begitu cepat. Satu kali membuka handphone, bisa puluhan informasi masuk, ada berita, ada opini, ada iklan, konten edukasi, hiburan bahkan ada informasi yang belum tentu benar," ucapnya.
Harapan agar Perpustakaan Lebih Hidup
Wabup memberikan apresiasi kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang beserta seluruh pihak yang telah menyelenggarakan festival tersebut. Ia berharap perpustakaan ke depan semakin hidup, bukan hanya menjadi tempat yang didatangi ketika ada tugas sekolah.
Perpustakaan diharapkan menjadi ruang untuk belajar, berdiskusi, mencari inspirasi, mengembangkan keterampilan, membangun komunitas, bahkan mengembangkan usaha. Budaya literasi Kabupaten Sumedang pun diharapkan terus tumbuh demi kesejahteraan masyarakat.