BMKG Prediksi Awal Musim Hujan Mundur, Waspadai Banjir dan Longsor

Penulis: Prayoga Santana  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:18:01 WIB
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan prediksi awal musim hujan yang mundur akibat El Nino kategori kuat.

JAWA BARAT — Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan awal musim hujan di Indonesia mundur akibat kemarau panjang yang bertepatan dengan El Nino kategori kuat. Sebagian wilayah baru memasuki musim hujan pada November, sementara wilayah lain pada Desember. Periode hujan yang lebih pendek membuat hujan lebat hingga ekstrem berpotensi lebih sering terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor menjelang puncak musim hujan. Peringatan itu disampaikan menyusul pergeseran jadwal awal musim hujan yang tidak sesuai rata-rata klimatologis.

Fenomena El Nino kategori kuat yang berlangsung bersamaan dengan musim kemarau menjadi penyebab utama keterlambatan tersebut. Kondisi ini membuat sebagian wilayah Indonesia baru akan menerima hujan pertama pada November, sementara wilayah lain baru pada Desember.

Wilayah Mana yang Paling Terdampak

Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah yang paling diperhatikan BMKG. Sejumlah daerah di provinsi itu diperkirakan memasuki musim hujan pada pertengahan November, sedangkan daerah lainnya pada akhir November.

"Kemarin misalnya di Kalimantan Tengah yang sekarang menjadi perhatian utama kita, ada yang masuknya nanti di pertengahan November, dan ada yang masuknya di akhir November," ungkap Faisal di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

Kepekatan Asap Bisa Tunda Hujan Lebih Jauh

Faisal menyebut kepekatan asap yang belum teratasi berpotensi membuat awal hujan semakin mundur. BMKG berupaya mengurangi kepekatan asap melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).

Lembaga itu juga telah melakukan uji coba kerja sama dengan Thailand untuk membongkar lapisan inversi dan mengangkat asap. Langkah tersebut diambil agar hujan tidak semakin terlambat datang.

"Kalau kepekatan asap tidak bisa kita kurangi, kita khawatir musim hujan ini masuknya bisa lebih mundur lagi. Sehingga kepekatan itu dibongkar dengan, melakukan OMC. Kerja sama juga sudah diuji coba oleh BMKG dengan Thailand untuk membongkar lapisan tersebut dan mengangkat asapnya," tambahnya.

Curah Hujan Normal, tapi Periodenya Lebih Pendek

Meski curah hujan selama musim hujan diperkirakan berada pada kategori normal berdasarkan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, periode musim hujan diprediksi lebih pendek. Kondisi ini membuat hujan lebat hingga ekstrem lebih sering terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun depan.

"Sifat hujannya normal, artinya curah hujan yang akan jatuh sama dengan rata-rata klimatologis 30 tahun terakhir, tapi periodenya lebih pendek. Sehingga nanti akan terjadi hujan lebat, sangat lebat hingga hujan ekstrem lebih sering di akhir tahun hingga awal tahun depan," ujar Faisal.

Puncak Musim Hujan dan Antisipasi Bencana

Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember, Januari, dan Februari. Pada periode itu, risiko banjir dan tanah longsor meningkat, terutama di wilayah yang mengalami keterlambatan awal musim hujan.

"Bencana meteorologi basah, yaitu banjir, longsor, itu juga perlu kita antisipasi dari mulai sekarang," tutup Faisal.

Bagi pengguna smartphone aktif, informasi peringatan dini BMKG dapat dipantau melalui kanal resmi lembaga tersebut. Pelaku bisnis digital dan investor startup di sektor logistik, agritech, dan asuransi juga perlu memperhitungkan pergeseran pola cuaca ini dalam perencanaan operasional kuartal IV hingga awal tahun depan.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top