JAWA BARAT — Pierre Sage mendapat tambahan waktu untuk membenahi lini belakang Crystal Palace setelah kekalahan 0-5 dari Brighton di Premier League. Manajemen klub memilih tidak melakukan perubahan meski Palace kini menjadi tim dengan kebobolan terbanyak di liga, 17 gol dari tujuh laga.
Kekalahan di Brighton membuat masa depan Sage sempat berada di ujung tanduk. Palace kebobolan tiga gol dalam 10 menit pertama dan menyamai rekor kekalahan terberat klub melawan rival bebuyutan mereka yang bertahan sejak 70 tahun lalu.
Steve Parish selaku ketua klub dilaporkan sempat mempertimbangkan untuk berpisah dengan Sage setelah 10 pertandingan. Namun keputusan itu urung diambil karena Palace saat ini berada di peringkat 14 dan belum berada dalam zona bahaya.
Sage diperkirakan tetap mendampingi tim pada laga Europa League melawan Besiktas dan pertandingan Premier League kontra Newcastle. Meski demikian, manajemen telah menyampaikan secara jelas bahwa posisinya tengah diawasi ketat.
Jika Palace memutuskan mencopot Sage, dua nama masuk dalam bursa kandidat. Kieran McKenna, yang pernah didekati Parish saat masih menangani Ipswich, dan Thomas Frank disebut sebagai opsi utama.
Hubungan Sage dan Parish memanas bermula dari jendela transfer musim panas. Palace gagal mendatangkan target utama sang manajer untuk menggantikan Maxence Lacroix di posisi bek tengah.
Dua pemain pinjaman, Axel Disasi dan remaja Honest Ahanor, didatangkan dari Chelsea dan Atalanta sebagai alternatif. Palace juga kehilangan Malick Fofana yang memilih Sunderland pada hari terakhir bursa, padahal Sage menjadikan penyerang Belgia itu prioritas setelah pernah melatihnya di akademi Lyon.
Sebagai gantinya, Palace merekrut Darío Osorio dengan status pinjaman, tetapi penyerang asal Chile itu baru tampil beberapa menit saja.
Parish dikabarkan tidak senang dengan cara Sage memperlakukan Jaydee Canvot. Pemain Timnas U-21 Prancis itu dicoret dari skuad saat Palace kalah di kandang dari Ipswich bulan lalu.
Kemarahan Parish bertambah ketika Adam Wharton ditarik keluar pada laga yang sama, tepat setelah Disasi mendapat kartu merah di babak pertama.
Sejumlah pihak di internal Palace mendorong agar Sage dicopot. Namun Parish disebut memahami situasi sulit akibat sanksi tiga pertandingan untuk Disasi serta cedera yang dialami Chadi Riad dan Takehiro Tomiyasu, sehingga ia lebih memilih memberi kesempatan kepada Sage untuk membalikkan keadaan.
Bek asal Amerika Serikat, Chris Richards, menyampaikan permintaan maaf setelah tidak menyapa suporter usai laga melawan Brighton.
"Saya ingin meminta maaf karena langsung meninggalkan lapangan setelah pertandingan," tulis Richards di Instagram. "Saya terbawa emosi dan malu dengan hasil ini. Saya tahu betapa berartinya klub ini bagi kalian semua. Kami harus bertanggung jawab, tampil lebih baik, dan membuktikannya di lapangan."