JAWA BARAT — PT PLN (Persero) bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto meninjau empat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (15/10). Peninjauan ini memastikan koperasi desa siap beroperasi sekaligus menjadi titik layanan transaksi kelistrikan bagi warga.
Empat koperasi yang dikunjungi adalah KDKMP Citaman Nagreg, Bojongloa Rancaekek, Cangkuang Wetan Dayeuhkolot, dan Padalarang. Kunjungan tersebut bagian dari rangkaian peninjauan KDKMP di sejumlah daerah untuk mengecek kesiapan operasional koperasi dalam memperkuat ekonomi desa.
Bima Arya menegaskan posisi koperasi desa bukan sekadar gerai ritel. Menurutnya, KDKMP adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan dan barang bersubsidi agar lebih mudah dijangkau masyarakat desa.
"KDKMP bukan toko retail. Ini adalah infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan bantuan pemerintah dan barang-barang bersubsidi. Ini adalah langkah awal, dan kami tentunya akan terus mengevaluasi agar lebih baik," ujar Bima.
Layanan Listrik Masuk Koperasi Desa
PLN menyumbang peran lewat layanan transaksi kelistrikan berbasis Payment Point Online Bank (PPOB) di KDKMP. Fasilitas ini memungkinkan warga membayar tagihan dan membeli token listrik langsung di koperasi, tanpa harus ke kantor layanan PLN atau mengandalkan kanal digital.
Direktur Retail dan Niaga PLN M. Fahrur Rozy menyebut dukungan tersebut mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui KDKMP. PLN, katanya, membuka ruang seluas-luasnya bagi koperasi desa menjadi mitra penyedia layanan transaksi kelistrikan.
"Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui KDKMP, PLN all out mendukung kemandirian koperasi. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi KDKMP untuk menjadi mitra penyedia layanan transaksi kelistrikan bagi masyarakat," ujar Fahrur Rozy.
Manfaat bagi Warga yang Belum Melek Digital
Layanan PPOB menyasar warga yang belum terbiasa memakai aplikasi atau kanal pembayaran digital. Pembayaran tagihan dan pembelian token lewat koperasi memberi alternatif transaksi tatap muka yang lebih akrab bagi warga desa.
Bagi koperasi, kerja sama ini menambah jenis layanan sekaligus membuka sumber pendapatan baru. Fahrur Rozy berharap kolaborasi tersebut berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah.
"Melalui layanan pembayaran tagihan dan pembelian token listrik, KDKMP dapat memperluas jenis layanan yang tersedia bagi warga sekaligus memperoleh peluang pendapatan tambahan. Kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi masing-masing wilayah," katanya.
Respons Kepala Desa Cangkuang Wetan
Kepala Desa Cangkuang Wetan Asep Kusmiadi menyambut penambahan layanan transaksi kelistrikan di koperasi desanya. Menurut dia, berbagai layanan dalam satu tempat mempermudah warga memenuhi kebutuhan harian sekaligus memperkuat peran koperasi dalam perekonomian desa.
"Keberadaan KDKMP diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, baik dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun mengakses layanan kelistrikan. Kami berharap koperasi ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga," kata Asep.
Penguatan operasional dan perluasan layanan membuat KDKMP berpeluang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pelayanan desa. Kolaborasi dengan PLN memastikan manfaat koperasi tidak berhenti pada ketersediaan sembako, tetapi juga kemudahan akses layanan kelistrikan yang menopang aktivitas warga sehari-hari.