JAWA BARAT — Fujifilm memperkenalkan Instax Square 2, kamera instan dengan fitur Mood Filters yang memungkinkan pengguna memilih nuansa warna sebelum memotret. Lewat switch fisik di bodi depan, tersedia mode Warm untuk kesan keemasan dan Cool bernuansa biru. Kamera ini dijadwalkan mulai dijual akhir Oktober 2026 dengan harga USD 120 atau sekitar Rp2 juta.
Mode Warm menghasilkan warna keemasan, sementara Cool memberi tampilan bernuansa biru. Keduanya bekerja secara analog lewat switch di bagian depan bodi. Pengguna yang ingin tampilan khas Instax tetap bisa memotret tanpa filter sama sekali.
Instax Square 2 tampil dengan bodi lebih membulat dibanding Instax Square 1. Tersedia tiga pilihan warna: putih, biru, dan merah. Dari sisi optik, kamera ini memakai lensa setara 32mm dengan aperture f/6.2 dan jarak fokus minimum 30 cm.
Fujifilm mempertahankan cermin selfie, mode close-up, pengaturan eksposur otomatis, serta flash bawaan. Kombinasi fitur ini menyasar pengguna kasual yang ingin hasil instan tanpa perlu mengatur parameter manual.
Perubahan cukup penting ada di sektor daya. Instax Square 2 kini menggunakan empat baterai AA standar, menggantikan dua baterai CR2 di generasi sebelumnya. Fujifilm mengklaim satu set baterai mampu memotret sekitar 30 pak film.
Pergantian ke baterai AA memudahkan pengguna di pasar seperti Indonesia, karena jenis baterai ini mudah ditemukan di minimarket dan toko kelontong. Tidak perlu mencari baterai CR2 yang stoknya lebih terbatas.
Bersamaan dengan peluncuran kamera, Fujifilm memperkenalkan film instan Instax Square Soft Haze. Film ini menghasilkan warna dengan saturasi dan kontras lebih rendah dibanding film standar.
Efeknya terlihat pada highlight yang lebih lembut serta bayangan bernuansa hangat. Karakter ini cocok untuk pengguna yang menginginkan hasil bernuansa dreamy atau vintage langsung dari cetakan instan.
Instax Square 2 dijadwalkan mulai dijual pada akhir Oktober 2026 dengan harga USD 120 atau sekitar Rp2 juta. Paket penjualan mencakup strap dan baterai. Film Soft Haze dibanderol USD 18,99 atau sekitar Rp320 ribu per pak.
Fujifilm belum mengumumkan harga dan jadwal ketersediaan resmi untuk pasar Indonesia. Pengguna yang berminat perlu menunggu pengumuman dari Fujifilm Indonesia.
Segmen kamera instan tetap bertahan di tengah dominasi kamera smartphone. Pembeli umumnya mencari pengalaman cetak fisik dan estetika analog yang sulit direplikasi secara digital.
Strategi Fujifilm menambah kontrol kreatif di level hardware, bukan software, menjaga daya tarik itu. Untuk pasar Indonesia, penetapan harga lokal akan jadi faktor penentu apakah Instax Square 2 bisa mengulang popularitas seri sebelumnya.