Klaus Zellmer Ditunjuk Jadi CEO Volvo, Resmi Bertugas Paling Lambat 1 Oktober 2027

Penulis: Okta Nugraha  •  Selasa, 22 September 2026 | 12:18:31 WIB
CEO Škoda Auto, Klaus Zellmer, ditunjuk sebagai presiden dan CEO baru Volvo Cars.

JAWA BARAT — Volvo Cars menunjuk Klaus Zellmer sebagai presiden dan CEO baru, dengan serah terima jabatan paling lambat 1 Oktober 2027. Pria 59 tahun itu akan meninggalkan posisinya sebagai CEO Škoda Auto untuk menggantikan Håkan Samuelsson, yang kembali memimpin Volvo sejak April 2025 untuk masa jabatan dua tahun. Penunjukan ini memberi Volvo waktu sekitar satu tahun menyiapkan transisi sebelum tongkat estafet resmi berpindah.

Keputusan dewan direksi Volvo Cars itu diumumkan melalui siaran pers resmi perusahaan, menyusul proses pencarian calon pemimpin yang berjalan selama masa jabatan kedua Samuelsson. Samuelsson sendiri bukan nama baru di Volvo. Ia pertama kali memimpin perusahaan asal Gothenburg, Swedia, itu selama satu dekade, dari 2012 hingga 2022, sebelum ditarik kembali pada 2025 untuk masa bakti dua tahun.

Mengapa Samuelsson Kembali Memimpin Volvo

Penunjukan Samuelsson pada 2025 bukan tanpa alasan. Volvo saat itu tengah menyusun peta jalan jangka panjang untuk menghadapi permintaan kendaraan listrik yang melambat dan tekanan tarif di sejumlah pasar utama. Kontrak dua tahun memberinya ruang untuk menstabilkan arah perusahaan sekaligus memberi dewan direksi waktu memilih CEO permanen yang sejalan dengan visi jangka panjang Volvo.

Dengan tenggat 1 Oktober 2027, Samuelsson dan jajaran direksi menyatakan akan bekerja memastikan transisi kepemimpinan berjalan mulus. Volvo belum mengumumkan tanggal mulai resmi Zellmer, hanya batas waktu paling lambat saat ia mengambil alih kursi CEO.

Rekam Jejak Zellmer di Škoda dan Porsche

Meski baru bergabung dengan Volvo, Zellmer bukan sosok asing di industri otomotif global. Saat ini ia menjabat CEO Škoda Auto, merek yang menutup 2025 sebagai salah satu brand terlaris di Eropa dan mencatat pengiriman kendaraan listrik tertinggi sepanjang sejarah pada 2026.

Sebelumnya, ia memimpin Porsche Cars North America dan Porsche Deutschland, serta pernah duduk sebagai anggota dewan di Volkswagen Passenger Cars. Zellmer berlatar belakang pendidikan administrasi bisnis dan mengawali karier di industri otomotif lewat posisi penjualan dan pemasaran.

Kombinasi Merek Premium dan Volume Besar

Eric Li, chairman Volvo Cars, menilai pengalaman Zellmer di merek premium sekaligus merek bervolume besar sebagai kecocokan yang tepat untuk Volvo. Dewan direksi menyatakan keyakinannya bahwa Zellmer mampu menuntun Volvo melewati perubahan pasar dan memperkuat peta jalan yang sudah disusun pada masa jabatan kedua Samuelsson.

"After almost 100 years, Volvo Cars' ability to reinvent itself time and again is both a remarkable achievement and an ongoing challenge," kata Zellmer dalam siaran pers perusahaan. "I look forward to contributing to the company's continued development and to shaping its next chapter together."

Tantangan yang Menanti CEO Baru

Volvo menghadapi lanskap industri yang tidak sederhana: permintaan EV yang tidak secepat proyeksi awal, kebijakan tarif di beberapa wilayah, dan persaingan ketat di segmen premium maupun volume. Kombinasi pengalaman Zellmer di Škoda, Porsche, dan Volkswagen dinilai relevan untuk menghadapi tekanan tersebut.

Bagi konsumen Indonesia, kepemimpinan baru Volvo berpotensi memengaruhi arah model dan strategi elektrifikasi merek asal Swedia itu, termasuk lini produk yang dipasarkan lewat jaringan distribusi lokal. Volvo belum memberikan keterangan resmi soal dampak pergantian CEO terhadap pasar Indonesia.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top