68 Ribu Anak Masih di Luar Sekolah, Disdik Kabupaten Bogor Kejar RLS 9 Tahun pada 2026

Penulis: Okta Nugraha  •  Rabu, 16 September 2026 | 23:32:31 WIB
Sekretaris Disdik Kabupaten Bogor, Rameni, menyampaikan target RLS 9,00 tahun pada 2026.

BOGOR — Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni, menyatakan target RLS 9,00 tahun menjadi salah satu sasaran yang terus didorong pemerintah daerah. Salah satu strateginya memperkuat penanganan anak tidak sekolah.

Menurut Rameni, penanganan ATS berperan penting mengejar target tersebut. Sebab, masih ada sekitar 68 ribu anak di Kabupaten Bogor yang belum mengenyam pendidikan atau tidak lagi bersekolah.

Dari 8,72 ke 9,00 Tahun: Jarak 0,28 Poin

Angka RLS Kabupaten Bogor saat ini berada di 8,72 tahun. Pemerintah kabupaten butuh kenaikan 0,28 poin agar target 9,00 tahun tercapai pada 2026.

Rameni menyebut target itu sebagai pekerjaan yang belum selesai. Upaya mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan dilakukan lewat sejumlah intervensi dengan melibatkan berbagai pihak.

"Sekarang angka RLS kita 8,72 tahun dan mudah-mudahan tahun ini naik di angka 9,00 tahun. Ini yang menjadi target kaitan dengan RLS," ujar Rameni, Rabu, 15 September 2026.

Mengapa 68 Ribu Anak Jadi Kunci

Jumlah anak tidak sekolah menjadi salah satu tantangan utama pemerintah daerah dalam meningkatkan lama pendidikan masyarakat. Penuntasan ATS disebut menjadi fokus dalam mengejar target RLS.

"Kita harap dengan upaya ini dapat memberikan dampak kenaikan angka rata-rata lama sekolah hingga 9,00 tahun di 2026," kata Rameni.

Kabid Pembinaan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Siswanto, menyatakan pihaknya menargetkan kenaikan RLS minimal mencapai 9,00 tahun. Ia berharap berbagai program dan intervensi yang telah dilakukan berdampak signifikan.

"Yang menjadi fokus kita selain penuntasan angka anak tidak sekolah, kita juga menargetkan adanya kenaikan angka RLS di Kabupaten Bogor, yaitu minimal mencapai 9,00 tahun," kata Siswanto.

Bukan Sekadar Angka Statistik

Bagi Rameni, kenaikan RLS tidak semata-mata soal mengejar angka. Bertambahnya masa pendidikan masyarakat diharapkan ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.

Tingkat pendidikan yang lebih baik juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pada akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan diharapkan berkontribusi terhadap kesejahteraan warga.

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terus mendorong penanganan ATS agar anak-anak yang sudah tidak bersekolah kembali memperoleh akses pendidikan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi mendongkrak RLS dari 8,72 tahun menjadi 9,00 tahun pada 2026.

Dengan target yang tinggal berjarak 0,28 poin, penanganan terhadap puluhan ribu anak yang berada di luar sistem pendidikan menjadi salah satu pekerjaan penting Pemerintah Kabupaten Bogor tahun ini.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: bogorone.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top