JAWA BARAT — Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga Jakarta dan sekitarnya. Penutupan bandara membuat jadwal penerbangan berantakan, tepat saat musim liburan sedang ramai-ramainya.
Tujuh bandara di Indonesia sempat ditutup akibat abu vulkanik. Dua di antaranya melayani Jakarta: Bandara Soekarno Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Gunung yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera itu menyemburkan abu yang terbawa angin ke arah barat. Wilayah Jabodetabek pun ikut terdampak.
Sekitar 2.300 penerbangan mengalami penundaan, pembatalan, atau pengalihan rute. Lebih dari 270 ribu penumpang turut merasakan dampaknya.
Thu Trang, wisatawan asal Vietnam, menjadi salah satu penumpang yang terjebak. Ia harus berulang kali menyesuaikan jadwal penerbangan, bahkan setelah agenda liburannya di Indonesia berakhir.
Jika menghadapi situasi serupa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Penutupan bandara bergantung pada arah angin dan intensitas erupsi. Otoritas bandara biasanya membuka kembali operasional setelah abu vulkanik menjauh dari jalur penerbangan.
Untuk perjalanan dalam waktu dekat, sebaiknya cek informasi terbaru dari BMKG dan otoritas bandara sebelum berangkat ke bandara.
Abu vulkanik bukan hanya soal penerbangan. Bagi yang tinggal di wilayah terdampak, gunakan masker saat berada di luar ruangan dan tutup jendela rumah.
Anak-anak dan ibu hamil lebih rentan terhadap paparan abu. Batasi aktivitas luar ruangan jika kualitas udara memburuk.
Erupsi Anak Krakatau memang tidak bisa diprediksi. Tapi dengan memantau informasi resmi dan menyiapkan rencana cadangan, perjalanan atau aktivitas harian bisa tetap terkendali.