Pencarian

Laporan Layar iPhone Duo Retak Meluas, Diduga Cacat Desain Engsel

Senin, 26 Oktober 2026 • 12:19:31 WIB
Laporan Layar iPhone Duo Retak Meluas, Diduga Cacat Desain Engsel
Layar bagian dalam iPhone Duo dilaporkan retak di bagian tengah lipatan dalam hitungan jam pemakaian normal.

JAWA BARAT — Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar bagian dalam perangkat retak di bagian tengah hanya dalam hitungan jam pemakaian normal. Laporan pertama muncul dari China sebagai negara peluncuran perdana, lalu menyebar ke Amerika Serikat setelah perangkat tersedia di sana. Uji ketahanan JerryRigEverything menemukan kerusakan di titik yang sama, memperkuat dugaan cacat desain pada mekanisme engsel.

Pengguna dengan nama akun chimchambam di Reddit menuliskan bahwa iPhone Duo miliknya rusak sekitar tiga jam setelah diterima. Perangkat hasil pre-order dari operator Verizon pada 16 Oktober itu disebut sempat terasa tertahan saat dibuka, lalu mengeluarkan bunyi "pop" sebelum layar mati total.

Ia menegaskan ponsel dilipat dengan cara wajar, tanpa tekanan berlebih. Keluhan serupa muncul di sejumlah forum setelah laporan awal dari China mencuat lebih dulu, menyusul jadwal peluncuran iPhone Duo yang lebih awal di pasar tersebut.

Pola Kerusakan di Titik yang Sama

Layar bagian dalam dilaporkan retak tepat di bagian tengah lipatan. Pola ini berulang di banyak unit yang dikeluhkan pengguna, bukan tersebar acak di berbagai titik panel.

Pengujian yang dilakukan YouTuber Zack dari kanal JerryRigEverything juga menghasilkan patahan di lokasi serupa. Temuan itu dipakai sejumlah pengamat untuk menyimpulkan adanya persoalan struktural pada mekanisme engsel iPhone Duo, bukan murni kelalaian pemakaian.

Dibandingkan ponsel lipat berdesain paspor lain seperti Galaxy Z Fold 8, Xiaomi 18 Fold, atau Huawei Pura X Max, tingkat kerusakan iPhone Duo disebut jauh lebih tinggi. Perbandingan ini mengemuka di diskusi komunitas dan pemberitaan teknologi luar negeri.

Dugaan Cacat Produksi Sejak Perakitan

Sebelum peluncuran, sejumlah laporan menyebut Apple menolak sekitar 40 persen unit iPhone Duo yang dirakit karena cacat produksi. Angka itu dikaitkan dengan minimnya stok yang tersedia saat perangkat mulai dijual.

Penolakan unit dalam jumlah besar di lini perakitan menambah kecurigaan bahwa masalah layar bukan kasus terisolasi. Sebagian pengamat menilai kontrol kualitas pada batch awal perlu ditelusuri lebih jauh.

Dari Candaan Menjadi Pembatalan Pesanan

Saat laporan pertama muncul, sebagian penggemar Apple sempat bercanda agar orang lain segera membatalkan pesanan demi mempercepat jadwal pengiriman mereka sendiri. Candaan itu berubah jadi keputusan nyata ketika sejumlah calon pembeli mulai membatalkan pesanan dan bertanya di forum apakah langkah itu sebaiknya diambil.

Sebagian pelanggan awalnya menyalahkan kelalaian pengguna, dengan alasan perangkat pasti pernah terjatuh atau lapisan pelindung nano-texture layarnya dikelupas. Seiring bertambahnya laporan, sindiran kepada pihak yang masih menyangkal masalah mulai membanjiri diskusi daring.

Apa yang Perlu Dipantau Calon Pembeli

Belum ada pernyataan resmi Apple soal penyebab patahan maupun kebijakan penggantian unit. Calon pembeli di Indonesia yang berencana mendatangkan perangkat ini sebaiknya mencermati syarat garansi dan prosedur klaim lintas negara sebelum memesan.

Bagi pelaku bisnis digital yang bergantung pada perangkat lipat untuk mobilitas kerja, insiden ini jadi pengingat bahwa generasi pertama perangkat form factor baru menyimpan risiko biaya perbaikan tinggi. Investor startup yang memantau pasar ponsel premium juga perlu mencermati apakah kasus ini memengaruhi permintaan Apple di segmen lipat.

Sejauh mana Apple akan menangani klaim kerusakan massal ini akan menentukan penerimaan iPhone Duo di gelombang pasar berikutnya, termasuk saat perangkat menyentuh pasar Asia Tenggara.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks