Pencarian

34 UMKM Genteng Majalengka Kantongi SNI, 125 Truk Siap Kirim 500 Ribu Genteng dari Purwakarta

Rabu, 30 September 2026 • 12:16:01 WIB
34 UMKM Genteng Majalengka Kantongi SNI, 125 Truk Siap Kirim 500 Ribu Genteng dari Purwakarta
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut 34 UMKM genteng Majalengka telah mengantongi sertifikat SNI.

MAJALENGKA — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut capaian SNI di Majalengka sebagai bukti bahwa pengrajin genteng skala UMKM mampu memenuhi standar mutu nasional. Sebelumnya, tidak ada satu pun produsen genteng di daerah itu yang memiliki sertifikat SNI.

Dorongan sertifikasi ini muncul dalam pertemuan di Kementerian Dalam Negeri pada Selasa (29/9/2026). Ara, sapaan Maruarar, menekankan pentingnya standarisasi agar produk genteng lokal tidak hanya beredar, tetapi juga terjamin mutu dan keamanannya.

Dari Nol ke 34 SNI di Majalengka

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman disebut Ara sebagai motor penggerak sertifikasi di Majalengka. Dari yang awalnya nihil, kini 34 UMKM sudah memegang SNI, sementara 11 pengrajin lain telah lulus uji keandalan.

Purwakarta menyusul dengan 4 UMKM bersertifikat SNI dan 10 pengrajin yang sudah melewati uji keandalan. Ara menyebut proses ini menuntut edukasi dan pendampingan panjang, bukan sekadar pemberian sertifikat.

"Contoh yang dilakukan pak Sekda Jabar (Herman Suryatman). Di Majelengka tadinya satu pun nggak ada yang ada SNI-nya. Sekarang sudah 34 SNI. Uji kehandalan 11. Ternyata bisa. Tapi ada proses untuk bagaimana mengedukasi, mendidik, dan lain-lain," kata Ara.

Plered Kirim 500 Ribu Genteng, Terbesar dalam Sejarah Purwakarta

Sentra Keramik Plered Kabupaten Purwakarta bersiap mengirimkan 125 truk berisi 500 ribu genteng. Peluncuran pengiriman itu dijadwalkan berlangsung Jumat (2/10/2026) di Purwakarta, dan Ara mengaku telah mengundang Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk hadir.

"Saya juga sudah minta, tanggal 2 Oktober, hari Jumat, kita akan melakukan peluncuran 125 truk yang berisi 500 ribu genteng di Purwakarta. Ini adalah mungkin sepanjang sejarah Purwakarta paling besar ya?" ungkap Ara.

Pada November mendatang, volume pengiriman melonjak. Sebanyak 2,4 juta genteng dari 600 truk yang sudah lolos SNI dan uji keandalan dijadwalkan diluncurkan di Majalengka pada 8 November. Ara berharap Presiden Prabowo Subianto hadir dalam acara tersebut.

15 Juta Genteng untuk 50 Ribu Rumah di Jabar

Program Gentengisasi memprioritaskan pemakaian genteng pada rumah yang direnovasi dan rumah subsidi. Kuota bedah rumah tahun ini mencapai 400 ribu unit, sementara pembiayaan rumah subsidi disalurkan untuk 350 ribu rumah.

Untuk Jawa Barat, sekitar 50 ribu rumah akan direnovasi. Dengan kebutuhan rata-rata 300 genteng per rumah, total kebutuhan genteng di provinsi ini mencapai 15 juta keping.

"Kalau tadi 1 genteng harganya Rp 2.500 dikali 15 juta genteng, itu sama dengan Rp 37 miliaran (penghasilan)," sebut Ara.

Alasan Kesehatan di Balik Gentengisasi

Ara melaporkan program ASRI dan Gentengisasi kepada Prabowo dalam pertemuan di Hambalang pada Jumat (25/9/2026). Salah satu poin yang ditekankan adalah dampak kesehatan material atap.

Pemerintah menilai genteng lebih sehat dibanding seng yang serbuknya berpotensi menimbulkan penyakit. Rumah beratap genteng juga disebut lebih sejuk dan tidak panas.

"Saya terakhir menghadap Presiden hari Jumat malam, kurang lebih 5 hari yang lalu, di Hambalang. Di situ kami juga sudah laporkan bahwa program ASRI, juga soal Gentengisasi itu sangat penting. Supaya rumah-rumah rakyat itu lebih sehat, lebih asri, lebih sejuk, tidak panas," jelas Ara.

Bagi UMKM genteng di Majalengka dan Purwakarta, sertifikasi SNI membuka peluang order yang lebih besar. Namun kapasitas produksi dan konsistensi mutu menjadi ujian berikutnya seiring lonjakan permintaan dari program bedah rumah dan rumah subsidi.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks