BANDUNG — Getaran gempa dirasakan warga di dua kecamatan wilayah selatan Kabupaten Bandung, yakni Pangalengan dan Kertasari. BMKG mencatat magnitudo gempa mencapai 2,7 dengan kedalaman hiposenter hanya 4 kilometer dari permukaan.
Pusat gempa berada di darat, bukan di laut. Lokasinya berjarak 27 kilometer arah selatan dari pusat Kabupaten Bandung.
Skala Getaran di Dua Kecamatan
BMKG mengukur intensitas getaran di Pangalengan dan Kertasari masing-masing pada skala III MMI. Pada skala itu, getaran umumnya dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk melintas.
“Besaran getaran gempa di Bandung dirasakan (skala MMI) III Pangalengan, III Kertasari,” kata BMKG dalam laporan resminya.
Laporan tersebut dirilis BMKG melalui situs resminya pada Senin (21/9/2026). Data itu menjadi catatan resmi gempa yang mengguncang Bandung pagi tadi.
Posisi Episenter di Koordinat 7.24 LS dan 107.62 BT
BMKG menempatkan episenter gempa di titik koordinat 7.24 Lintang Selatan dan 107.62 Bujur Timur. Titik itu berada di daratan, bukan di zona laut selatan Jawa.
“Pusat episenter gempa berada di titik koordinat 7.24 Lintang Selatan (LS) dan 107.62 Bujur Timur,” tulis BMKG.
Dengan kedalaman 4 kilometer, gempa ini tergolong dangkal. Gempa dangkal biasanya menghasilkan getaran yang lebih terasa di permukaan meski magnitudonya kecil.
Mengapa Getaran Terasa hingga Pangalengan
Kedalaman hiposenter yang cuma 4 kilometer membuat energi gempa lebih mudah merambat ke permukaan. Itu sebabnya getaran M 2,7 tetap terasa di dua kecamatan yang berjarak puluhan kilometer dari episenter.
Wilayah selatan Kabupaten Bandung memang dikenal aktif secara seismik. Zona subduksi di selatan Jawa kerap memicu gempa dangkal maupun menengah di kawasan ini.
Hingga laporan BMKG dirilis, belum ada informasi soal kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.