Pencarian

Bogor Barat Punya Pesantren Baru yang Gabungkan Hafalan Al-Qur’an dan Latihan Jadi Pengusaha Muda

Jumat, 24 Juli 2026 • 18:04:31 WIB
Bogor Barat Punya Pesantren Baru yang Gabungkan Hafalan Al-Qur’an dan Latihan Jadi Pengusaha Muda
Pesantren Al-Qur'an dan Kewirausahaan Saudagar Mulia Indonesia resmi beroperasi di Kampung Babakan Sukamantri, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

BOGOR — Pesantren Al-Qur’an dan Kewirausahaan Saudagar Mulia Indonesia resmi beroperasi di Kampung Babakan Sukamantri, Kelurahan Pasirkuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Lembaga ini merupakan ikhtiar baru di bawah Yayasan Saudagar Mulia Indonesia (YASMI) yang dipimpin Subhan Murtadla, S.Ag., M.E. sebagai Ketua Yayasan, dan Ustadz Dikdik Farid Nursidik sebagai Pimpinan Pesantren.

Kehadiran pesantren ini lahir dari keprihatinan terhadap dua kutub pendidikan Islam yang kerap berjalan sendiri-sendiri. Di satu sisi, banyak lulusan pesantren yang kuat secara spiritual tetapi belum dibekali kemampuan membangun kemandirian ekonomi. Di sisi lain, dunia pendidikan vokasi dan pelatihan kerja sering kali menghasilkan tenaga kerja terampil namun kehilangan fondasi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Apakah pendidikan Islam cukup hanya menghasilkan lulusan yang memahami ilmu agama, tetapi belum memiliki kemampuan membangun kemandirian ekonomi? Sebaliknya, apakah pendidikan cukup menghasilkan tenaga kerja yang terampil, tetapi kehilangan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup?” demikian pertanyaan mendasar yang melandasi pendirian pesantren ini, sebagaimana dikutip dari rilis resmi YASMI.

Al-Qur’an Jadi Fondasi, Kewirausahaan Jadi Sarana Kemandirian

Model pendidikan yang ditawarkan pesantren ini mengintegrasikan dua hal sekaligus: pembentukan karakter Qur’ani dan penguatan kompetensi kewirausahaan. Al-Qur’an menjadi fondasi untuk membangun iman, akhlak, dan integritas. Sementara kewirausahaan menjadi sarana untuk mewujudkan kemandirian, kemanfaatan, dan kesejahteraan umat.

Konsep ini merujuk pada tradisi Islam sejak zaman Rasulullah SAW. Nabi Muhammad bukan hanya seorang pendidik dan pemimpin umat, tetapi juga seorang pedagang yang dikenal dengan kejujuran (ash-shidq) dan amanah. Banyak sahabat Nabi menjadi pengusaha sukses yang menggunakan kekayaannya untuk dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Pesantren ini menargetkan lahirnya generasi muslim yang tidak hanya mampu membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Lebih dari itu, mereka juga diharapkan memiliki keberanian untuk berinovasi, berkarya, menciptakan lapangan kerja, serta menjadi pelopor dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Keseimbangan Dunia dan Akhirat Jadi Pegangan

Pendiri pesantren mendasarkan visinya pada QS. Al-Qashash ayat 77 yang menekankan keseimbangan antara orientasi akhirat dan tanggung jawab di dunia. “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia,” demikian bunyi ayat tersebut.

Pesantren Al-Qur’an dan Kewirausahaan Saudagar Mulia Indonesia diyakini tidak sekadar menjadi lembaga pendidikan. Lebih dari itu, pesantren ini diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi Qur’ani yang berkarakter, berilmu, mandiri, profesional, dan berjiwa saudagar. Generasi semacam inilah yang dinilai mampu mengambil peran strategis dalam mewujudkan kebangkitan peradaban Islam di Indonesia.

“Membangun peradaban Islam dimulai dari membangun manusia. Membangun manusia dimulai dari Al-Qur’an. Dan membangun kemandirian umat diwujudkan melalui ilmu, akhlak, dan kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” demikian penegasan dari pengurus YASMI.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bogorone.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks