Pencarian

Polemik Safari Jurnalis PWI Bogor di Desa Kemang, Ketua Dedy Firdaus Minta Maaf dan Akui Ada Miskomunikasi

Selasa, 14 Juli 2026 • 17:12:35 WIB
Polemik Safari Jurnalis PWI Bogor di Desa Kemang, Ketua Dedy Firdaus Minta Maaf dan Akui Ada Miskomunikasi
Ketua PWI Kabupaten Bogor Dedy Firdaus menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada wartawan di kantor PWI, Bogor.

BOGOR — Program unggulan PWI Kabupaten Bogor yang bertujuan mengedukasi masyarakat desa soal tugas wartawan justru memicu ketegangan internal. Insiden terjadi saat sesi tanya jawab di Desa Kemang, ketika seorang pembicara menjawab pertanyaan kepala desa tentang kewajiban wartawan memiliki kartu UKW dan media harus terverifikasi Dewan Pers.

Sejumlah wartawan yang hadir menilai pernyataan itu mendiskreditkan mereka yang belum mengantongi sertifikat UKW. Suasana langsung memanas usai acara.

Permintaan Maaf Tak Dimuat, Polemik Meluas

Dedy Firdaus mengaku langsung meminta maaf secara lisan kepada wartawan yang keberatan, baik atas nama pribadi maupun organisasi. “Tidak ada niat dan tujuan sedikit pun menyinggung teman-teman. Bukan juga menggurui, tujuannya hanya berbagi ilmu,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Kamis.

Namun, permintaan maaf itu dinilainya tidak dimunculkan dalam pemberitaan yang beredar. Akibatnya, persoalan melebar dan menimbulkan stigma negatif di kalangan sesama profesi.

PWI Kabupaten Bogor kemudian mengambil langkah cepat. Kurang dari 24 jam pasca-acara, pembicara yang bersangkutan membuat video permohonan maaf. Lagi-lagi, video itu disebut tidak ditayangkan oleh media yang memberitakan polemik tersebut.

Diskusi di Kantor PWI Berujung Saling Memaafkan

Keesokan harinya, sejumlah wartawan yang hadir di acara Desa Kemang mendatangi kantor PWI Kabupaten Bogor. Dalam pertemuan itu, Dedy kembali diminta menyampaikan permohonan maaf secara langsung dan direkam oleh wartawan yang datang. “Namun lagi-lagi pernyataan maaf kami tidak dimunculkan di publik,” keluhnya.

Meski demikian, Dedy menegaskan persoalan ini sudah selesai. “Kita sudah luruskan dan saling memaafkan,” katanya.

Sudah Digelar Lima Kali, Baru di Kemang Bermasalah

Program Safari Jurnalis sendiri telah berlangsung sejak kepemimpinan ketua PWI Kabupaten Bogor periode sebelumnya. Sepanjang tahun ini, kegiatan sudah digelar lima kali, yakni di Desa Gunung Putri, Kecamatan Cibinong, Kecamatan Sukajaya, Kecamatan Cisarua, dan Desa Kemang.

“Alhamdulillah berjalan lancar dan respons masyarakat sangat antusias. Hanya di Kemang terjadi miskomunikasi,” tutur Dedy.

Peserta kegiatan meliputi kepala desa, LPM, pelaku pendidikan, kesehatan, dan kepemudaan. Tujuan utamanya mempererat silaturahmi antara wartawan PWI dengan masyarakat pedesaan di tengah era disrupsi digital.

Seruan untuk Profesionalisme dan Kode Etik

Menutup pernyataannya, Dedy mengajak seluruh wartawan yang bertugas di Bogor, khususnya Kabupaten Bogor, untuk mengedepankan profesionalisme dan kode etik jurnalistik. Ia menekankan pentingnya menulis berita secara berimbang agar tidak menimbulkan stigma negatif sesama profesi.

“Profesi kita sama-sama wartawan. Tidak ada perbedaan. Anggota PWI Kabupaten Bogor pun masih banyak yang belum UKW. Sudah menjadi kewajiban kita bersama menjaga marwah dan nama baik profesi,” pungkasnya.

Follow jabarprime.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: aktualita.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks