Pencarian

Kia Picanto Terancam Disuntik Mati Tahun 2030 Akibat Regulasi Ketat Emisi Inggris

Kamis, 14 Mei 2026 • 15:45:06 WIB
Kia Picanto Terancam Disuntik Mati Tahun 2030 Akibat Regulasi Ketat Emisi Inggris
Kia Picanto diperkirakan berhenti dipasarkan di Inggris mulai 2030 akibat regulasi emisi ketat.

JAWA BARAT — Kia Inggris kini menghadapi fase krusial dalam menentukan masa depan lini produk bermesin pembakaran internal (ICE) mereka. Paul Philpott, CEO Kia UK, menegaskan bahwa perusahaan harus mengambil keputusan sulit antara tahun 2027 hingga 2030. Hal ini dipicu oleh kewajiban pabrikan untuk memenuhi kuota penjualan mobil listrik yang meningkat drastis setiap tahunnya.

Tahapan Pengetatan Kuota ZEV Mulai 2026

Proses transisi energi di Inggris diatur melalui mandat ZEV yang menetapkan target penjualan kendaraan listrik secara bertahap. Pada 2026, pabrikan diwajibkan mencapai angka penjualan mobil listrik murni sebesar 33 persen dari total volume. Angka ini akan merangkak naik menjadi 38 persen pada 2027, sebelum akhirnya melompat secara signifikan ke angka 80 persen pada 2030.

Pemerintah Inggris memang berencana melakukan peninjauan ulang terhadap mandat tersebut tahun depan untuk memberikan sedikit kelonggaran. Namun, perubahan aturan tersebut diperkirakan hanya akan berdampak pada mobil dengan teknologi elektrifikasi, bukan untuk mobil bermesin bensin murni (pure-ICE) seperti Picanto.

"Kami tidak bisa menjual Picanto sebagai mobil bensin melampaui akhir 2029," ujar Paul Philpott. Ia menambahkan bahwa Kia harus menggantinya dengan model lain atau benar-benar menyerah di segmen mobil kecil, sebagaimana yang telah dilakukan oleh banyak merek otomotif lainnya di pasar Eropa.

Mengapa Kia Harus Memilih Antara Sportage atau Picanto?

Masalah utama yang dihadapi Kia bukan sekadar emisi per unit, melainkan komposisi total penjualan yang berdampak pada kepatuhan mandat. Saat ambang batas penjualan mobil non-listrik hanya tersisa 20 persen pada 2030, Kia tidak mungkin mempertahankan seluruh model bermesin bensin mereka yang saat ini berjumlah tujuh model.

Kia Sportage, sebagai model dengan volume penjualan terbesar, menjadi prioritas utama untuk dipertahankan. Saat ini, Sportage menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan Kia di Inggris. Jika Kia memilih untuk tetap menjual Sportage di masa depan, maka sisa kuota 20 persen untuk mobil non-listrik kemungkinan besar akan habis terserap oleh SUV tersebut.

"Melihat kondisi sekarang, prioritas nomor satu adalah mempertahankan Sportage karena ini adalah volume seller terbesar kami. Namun, itu saja sudah bisa menghabiskan sisa 20 persen kuota penjualan mobil baru kami," jelas Philpott menggambarkan sulitnya pembagian slot untuk model lain.

Masa Depan Lini Produk Kia Menjelang 2035

Hingga saat ini, Kia belum memiliki rencana untuk menyuntikkan teknologi hybrid ke dalam dapur pacu Picanto yang berkapasitas 1.000 cc. Langkah pengembangan sistem hybrid pada mobil mungil dianggap tidak ekonomis karena akan mendongkrak harga jual secara signifikan, yang justru berisiko menjauhkan konsumen di segmen entry-level.

Tanpa adanya bantuan teknologi hybrid, Picanto praktis tidak memiliki celah hukum untuk tetap dipasarkan setelah 2029. Kia diprediksi akan lebih fokus mengalihkan sumber daya mereka untuk memperkuat lini EV (Electric Vehicle) guna mengejar target 80 persen di tahun 2030, sekaligus mengamankan posisi Sportage sebagai tulang punggung penjualan di kategori mobil pembakaran.

Bagikan
Sumber: autocar.co.uk

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks