BANDUNG — Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menjadi salah satu pimpinan daerah yang hadir dalam pagelaran drama kolosal peringatan Hari Tatar Sunda di Halaman Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Acara yang digelar pekan lalu ini juga dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta sejumlah kepala daerah lainnya.
Pagelaran ini menampilkan pertunjukan seni yang megah dan sarat nilai tradisi. Mulai dari tarian tradisional hingga sajian musik khas Sunda, para seniman dan seniwati tampil memukau ribuan warga yang hadir memadati area Gedung Sate.
Momentum Kebangkitan Budaya Sunda
Harris Bobihoe menyebut pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya menghidupkan kembali kesadaran sejarah dan warisan budaya Sunda. “Untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah dan warisan budaya Sunda yang tumbuh di wilayah Jawa Barat sejak ratusan tahun lalu,” ucap Wawali Harris Bobihoe di sela-sela acara.
Menurutnya, momentum ini menjadi tonggak kebangkitan jati diri dan karakter warga Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya mengangkat kembali tradisi baik para leluhur yang dikaitkan dengan upaya menata negara, khususnya di Jawa Barat, dalam nilai-nilai yang baik.
Dukungan atas Peraturan Gubernur Hari Tatar Sunda
Dalam kesempatan yang sama, Harris Bobihoe memberikan apresiasi dan dukungan atas penetapan Hari Tatar Sunda yang telah diformalkan melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Hari Tatar Sunda. Ia berharap peraturan ini bisa menjadi landasan kuat bagi pelestarian budaya Sunda ke depan.
“Milangkala Tatar Sunda di bawah kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi harus menjadi momentum agar masyarakat dan khususnya para generasi muda tidak melupakan akar budaya leluhurnya, kecintaan terhadap budaya Sunda,” ujar Harris Bobihoe.
Panggung Seni Kenalkan Budaya ke Generasi Muda
Melalui gelaran drama kolosal ini, Pemerintah Kota Bekasi bersama pemda lainnya di Jawa Barat berupaya mengenalkan kembali budaya Tatar Sunda ke masyarakat luas. Pagelaran seni seperti ini dinilai efektif untuk menjangkau generasi muda yang mulai asing dengan tradisi leluhur.
Ribuan warga yang hadir tampak antusias menyaksikan setiap pertunjukan. Suasana malam di Halaman Gedung Sate hidup oleh alunan musik tradisional dan gerakan tari yang memukau, menjadi bukti bahwa seni budaya Sunda masih memiliki tempat di hati masyarakat.
Harris Bobihoe berharap kegiatan serupa bisa terus digelar secara rutin, tidak hanya di Bandung tetapi juga di kota-kota lain di Jawa Barat, termasuk Kota Bekasi. “Ini bagian dari upaya kita bersama untuk memajukan kebudayaan Jabar,” pungkasnya. (EZ/Dokpim)