BANDUNG — Pembukaan BPM 11 berlangsung dengan perpaduan fotografi, gagasan tertulis, musik, dan seni pertunjukan. Melalui semangat "An Afternoon of Art, Music, and Shared Spaces", penyelenggara menghadirkan pengalaman seni yang tidak berhenti pada aktivitas melihat karya.
Pengunjung juga dibuka kesempatan untuk berbagi cerita dan bertukar sudut pandang selama festival berlangsung.
Pilihan BPM menghadirkan karya di ruang publik, bukan hanya di galeri seni, menjadi pembeda dari pameran fotografi pada umumnya. Pendekatan itu membuat fotografi berhadapan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga Bandung.
Bagi sebagian orang, mengunjungi pameran butuh niat khusus: mencari informasi, menentukan waktu, lalu datang ke tempat yang dikenal sebagai ruang seni. Ketika karya dipamerkan di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat, pengalaman itu bisa berlangsung berbeda.
Orang dapat datang karena tertarik, menemukan karya secara tidak sengaja, atau berhenti sejenak karena sebuah foto mengundang rasa penasaran.
Tema "Reclaim" menempatkan foto bukan sekadar gambar yang indah. Fotografi diposisikan sebagai medium untuk menyampaikan gagasan, merekam ingatan, membicarakan sejarah, hingga mempertanyakan kembali ruang yang dimiliki bersama.
Semangat itu terasa sejak pembukaan di Frame Kang Maman, Jalan Alkateri. Lokasi di tengah denyut kehidupan kota menjadi pilihan yang sejalan dengan gagasan festival.
Pameran dijadwalkan berlangsung hingga 16 November 2026. Masyarakat masih memiliki waktu sekitar satu bulan sejak pembukaan untuk menikmati berbagai karya dan mengikuti gagasan yang ditawarkan festival.
BPM 11 menyapa orang-orang yang mungkin tidak pernah merencanakan kunjungan ke sebuah pameran seni. Pendekatan di ruang publik membuka peluang bagi masyarakat yang lebih luas untuk berjumpa dengan karya fotografi.