JAWA BARAT — Bocoran ini masih tahap awal, jadi belum ada harga resmi maupun unit uji. Tapi dari spesifikasi yang beredar, arah kedua pabrikan sudah kelihatan: iQOO main di refresh rate dan kestabilan software, OnePlus taruhan pada resolusi sensor kamera. Berikut perbandingan head-to-head berdasarkan data yang tersedia.
iQOO 16 mengandalkan kamera utama 50 MP dengan sensor OV50Q. Konfigurasi ini ditemani ultrawide 50 MP dan periskop 50 MP berbasis sensor Sony IMX882 yang mendukung optical zoom 3x.
OnePlus 16 melompat lebih jauh di angka: kamera utama 200 MP. Ultrawide dan periskopnya sama-sama 50 MP, jadi secara jumlah lensa keduanya seimbang — bedanya ada di pendekatan resolusi.
Angka 200 MP terdengar menggoda, tapi perlu diingat: sensor resolusi tinggi biasanya butuh pemrosesan lebih berat dan sering default ke pixel binning. Hasil akhirnya belum tentu menang di kondisi cahaya rendah. Ini baru bisa dibuktikan lewat pengujian nyata.
iQOO 16 disebut memakai panel Samsung AMOLED resolusi 2K dengan refresh rate hingga 165Hz. Kombinasi ini menempatkannya di jajaran atas untuk kelas flagship, terutama buat gaming kompetitif yang butuh respons layar cepat.
Soal layar OnePlus 16, bocoran yang beredar belum menyebut angka spesifik. Jadi belum bisa dibandingkan apel ke apel di sektor ini.
iQOO 16 diperkirakan mengusung Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan berjalan di Android 17. Rumor menyebut kedua perangkat membawa chipset yang sama, artinya selisih performa kemungkinan besar ditentukan tuning software dan sistem pendinginan masing-masing.
Untuk kapasitas baterai, bocoran yang masuk belum menyebut angka konkret dari kedua pihak. Klaim soal daya tahan masih spekulatif sampai ada data resmi.
Kalau prioritasmu layar mulus untuk gaming dan ekosistem iQOO yang sudah terbukti di seri sebelumnya, iQOO 16 layak ditunggu — apalagi jadwal rilisnya lebih dulu. Sebaliknya, kalau kamu penasaran dengan pendekatan sensor 200 MP dan biasanya puas dengan tuning kamera OnePlus, tunggu OnePlus 16 dan hasil uji nyatanya.
Jangan putuskan sebelum ada unit review resmi. Selisih satu-dua bulan rilis bukan masalah besar dibanding salah beli flagship puluhan juta rupiah.