JAWA BARAT — Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade tidak hanya meratakan tempat tinggal, tetapi juga melumpuhkan denyut ekonomi warga. Dari total 167 aset bangunan yang terdampak, delapan lumbung alang, sejumlah berugak, hingga fasilitas umum ikut hangus. Lebih parah lagi, api turut menghanguskan peralatan seni, pusaka, dan warisan budaya yang menjadi identitas desa wisata tersebut.
Menanggapi situasi itu, BTN bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan berupa perlengkapan tidur, air minum, bahan pangan, serta perlengkapan ibadah dan kebutuhan sehari-hari diserahkan langsung di Posko KMDP Rembitan, Lombok Tengah, Senin (24/8).
Corporate Secretary BTN, Ramon Armando, menyatakan bahwa musibah ini menjadi momentum untuk membuktikan kekuatan kolaborasi antar-BUMN. Menurutnya, koordinasi melalui posko penanganan bencana memungkinkan bantuan tiba lebih cepat dan tepat sasaran.
"Bersama Danantara dan BUMN lainnya, kami berharap dukungan yang diberikan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus mendukung proses pemulihan pascakebakaran," ujar Ramon. Ia menekankan bahwa dalam kondisi darurat seperti ini, sinergi menjadi kunci agar kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.
Selain BTN yang fokus pada kebutuhan dasar, BUMN lain turut memberikan dukungan sesuai kebutuhan penanganan bencana, mulai dari sembako, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan khusus bagi perempuan dan bayi. Bantuan tersebut dikoordinasikan untuk menghindari tumpang tindih distribusi.
Bagi masyarakat Sasak, Desa Adat Sade bukan sekadar permukiman. Kawasan ini adalah museum hidup yang menyimpan nilai historis dan menjadi sumber penghidupan warga melalui sektor pariwisata. Ramon menegaskan bahwa pemulihan desa ini memiliki arti penting karena dampaknya menjalar ke aspek sosial, budaya, dan ekonomi.
"Desa Adat Sade merupakan bagian dari kehidupan sekaligus warisan budaya masyarakat Sasak. Kami berharap melalui semangat gotong royong ini masyarakat dapat segera bangkit, aktivitas sosial dan ekonomi kembali berjalan, serta kawasan Desa Adat Sade dapat berangsur pulih," kata Ramon.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Branch Manager BTN Kantor Cabang Mataram Hendra Jaya Putra bersama Operation Manager Maman Sagita kepada Kepala Desa Rembitan Lalu Minaksa. Kehadiran langsung perwakilan kantor cabang menunjukkan keseriusan BTN dalam memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Melalui program TJSL, BTN berkomitmen memperkuat sinergi bersama Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN untuk menghadirkan manfaat sosial yang nyata. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat dalam kondisi darurat.
Bagi BTN, keterlibatan dalam penanganan bencana di NTB ini juga menjadi ujian atas kesiapan jaringan kantor cabang dalam menjalankan fungsi sosial perusahaan. Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan perumahan, kehadiran BTN di tengah musibah warga menjadi pengingat bahwa peran BUMN tidak hanya mengejar profit, tetapi juga hadir di tengah kesulitan masyarakat.