Pemkab Ciamis Siapkan Anggaran Hibah Rp 1,4 Miliar untuk Pilkades Serentak 2026, E-Voting Mulai Diuji Coba

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:01:01 WIB
Rapat koordinasi persiapan Pilkades Serentak 2026 dihadiri jajaran asisten, pimpinan OPD, camat, dan unsur desa di Aula Setda Ciamis.

CIAMIS — Rapat koordinasi yang digelar di Aula Setda Ciamis itu dihadiri jajaran asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta unsur kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan sekretaris desa dari 40 desa penyelenggara. Fokus utama pembahasan mengarah pada transisi sistem pemungutan suara manual ke digital melalui e-voting.

E-Voting Dinilai Lebih Efisien, tapi Ada PR Besar untuk Lansia

Skema digital ini dinilai menawarkan efisiensi, akuntabilitas, serta transparansi hasil yang lebih terjamin dibanding metode konvensional. Namun, transisi teknologi ini bukannya tanpa tantangan, terutama bagi kelompok masyarakat lanjut usia yang belum akrab dengan gawai modern.

Herdiat menegaskan perlunya edukasi masif dan berjenjang dari tingkat kabupaten hingga ke pelosok desa untuk menjembatani kendala tersebut. Langkah pemetaan teknis juga disiapkan, termasuk penyediaan sarana elektronik di setiap tempat pemungutan suara (TPS) serta sosialisasi tata cara bagi panitia dan pemilih.

Dana Hibah Rp 1,4 Miliar untuk 40 Desa Penyelenggara

Mengenai dinamika pembiayaan, Pemkab Ciamis mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 1,4 miliar melalui anggaran perubahan. Langkah ini diambil untuk memastikan proses suksesi kepemimpinan di tingkat desa tidak terhambat meski kondisi kas daerah maupun desa sedang mengalami keterbatasan.

Masyarakat dapat memantau informasi terkini terkait pelaksanaan dan tata cara pemungutan suara Pilkades serentak 2026 melalui portal resmi Pemerintah Kabupaten Ciamis. Konsultasi langsung juga bisa dilakukan dengan instansi terkait via Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ciamis.

Camat Diminta Aktif Monitoring, Netralitas Aparatur Jadi Kunci

Di samping aspek teknis dan edukasi digital, isu netralitas aparatur serta kondusivitas wilayah menjadi poin krusial yang harus diperhatikan. Herdiat menginstruksikan para camat untuk aktif melakukan monitoring di lapangan guna mengantisipasi potensi gesekan sejak dini.

"Seluruh jajaran BPD, Kades, dan perangkat desa diminta tegak lurus pada aturan, tidak memihak, demi menjaga stabilitas keamanan serta mendorong angka partisipasi pemilih yang optimal," pungkasnya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: harapanrakyat.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top