JAWA BARAT — Babak 32 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, menjadi panggung bagi dua tunggal putra Indonesia untuk menunjukkan mental bertanding yang berbeda. Jonatan Christie harus bekerja keras selama tiga gim untuk menaklukkan Jia Henh Jason Teh dari Singapura dengan skor 19-11, 21-19, 21-11. Sementara itu, Alwi Farhan justru tampil efisien dengan kemenangan dua gim langsung atas Joakim Oldroff dari Finlandia, 21-12 dan 21-19.
Jonatan Christie, yang turun sebagai unggulan ketiga, mengakui permainannya belum stabil di dua gim awal. Ia sempat kehilangan fokus saat memimpin jauh 14-20 di gim kedua, yang membuat lawannya bisa mengejar dan memperpanjang pertandingan.
"Babak pertama mainnya masih terlalu tegang, agak panik dan tidak percaya buat penggunaan strategi. Di gim kedua, sudah unggul 14-20 dan saya merasa lawan akan melepas dan bersiap fokus ke gim ketiga, tapi ternyata lawan masih berupaya dan dapat banyak poin. Saya lumayan panik, beruntung bisa menyelesaikan," ungkap Jonatan usai pertandingan.
Di gim ketiga, pola permainan Jason Teh sudah terbaca oleh Jojo, sehingga ia bisa menuntaskan laga dengan skor telak 21-11. Selanjutnya, peraih medali emas Asian Games 2022 ini akan berhadapan dengan wakil Denmark, Rasmus Gemke, untuk memperebutkan tiket perempat final.
Alwi Farhan memanfaatkan waktu istirahat satu hari dengan baik untuk memulihkan kondisi fisiknya sebelum menghadapi pemain asal Eropa. Juara dunia junior 2023 ini menilai pola permainan pemain Eropa cukup berbeda dan tricky dibandingkan lawan-lawan Asia yang biasa ia hadapi.
"Memang melawan pemain dari Eropa, polanya sedikit berbeda daripada pemain Asia yang seperti biasa. Cukup tricky, tapi saya sudah mempersiapkan karena kemarin ada waktu istirahat sehari juga, jadi badannya bisa recovery dengan baik," ujar Alwi.
Di babak 16 besar, Alwi akan berhadapan dengan Ayush Shetty, pemain tuan rumah yang baru saja membuat kejutan besar dengan menyingkirkan pemain nomor satu dunia sekaligus juara bertahan asal China, Shi Yu Qi. Alwi sadar tekanan akan jauh lebih tinggi karena lawan bermain di hadapan publik sendiri.
"Tidak ada yang gampang main di Kejuaraan Dunia, apalagi semua orang ingin mencapai hasil yang terbaik. Tentunya melawan Shetty harus lebih konsentrasi dan sabar. Pastinya tekanan akan jauh lebih tinggi karena lawan pastinya akan mendapat dukungan dari publik tuan rumah," tambahnya.
Babak 16 besar yang berlangsung Kamis, 20 Agustus 2026, masih menyimpan delapan wakil Indonesia. Ini menjadi momen krusial untuk mengakhiri penantian tujuh tahun tanpa gelar juara dunia, terakhir kali diraih Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di sektor ganda putra pada 2019.
Berikut jadwal lengkap wakil Indonesia di babak 16 besar:
Dengan dua tunggal putra yang masih bertahan plus empat pasangan ganda, peluang Indonesia untuk membawa pulang gelar dari India masih terbuka lebar. Fokus utama para pemain adalah menjaga konsistensi dan mengelola tekanan di setiap pertandingan.