Seruan Damai dari Kelompok Venture: Geng Motor Diminta Hentikan Tawuran dan Vandalisme

Penulis: Sigit Wicaksono  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:02:32 WIB
Ketua Kelompok Motor Venture menyerukan penghentian tawuran dan vandalisme dalam pernyataan resmi di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

JAWA BARAT — Ketua Kelompok Motor Venture menyampaikan pernyataan resmi di Jakarta, Rabu (19/8/2026), yang ditujukan langsung kepada seluruh anggota geng motor, komunitas pemuda, dan masyarakat luas. Isinya tegas: jalanan dan fasilitas umum bukanlah arena untuk bertikai. Perbedaan identitas komunitas atau persoalan pribadi tidak boleh diselesaikan lewat kekerasan yang berujung korban jiwa dan kerusakan fasilitas publik.

"Kami mengajak seluruh anggota geng motor, komunitas pemuda, dan masyarakat luas untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk tawuran, tindakan anarkis, serta vandalisme yang meresahkan dan merugikan banyak pihak," ujar Ketua Venture dalam rilis yang diterima media.

Energi Anak Muda Dialihkan ke Kegiatan Produktif

Pernyataan ini bukan sekadar ajakan normatif. Ketua Venture secara spesifik meminta para pemuda mengalihkan semangat solidaritas ke arah kegiatan sosial, olahraga, seni, kewirausahaan, dan aksi kemanusiaan. "Energi anak muda sangat besar dan memiliki potensi untuk membangun lingkungan, bukan menghancurkannya," tegasnya.

Pesan ini datang di tengah keresahan publik terhadap maraknya aksi konvoi yang berujung tawuran di ibu kota. Alih-alih mencari musuh di jalan, Ketua Venture menekankan persaudaraan sebagai kekuatan utama komunitas motor.

Peran Senior, Orang Tua, dan Aparat dalam Pembinaan

Yang menarik dari imbauan ini adalah sasarannya yang tidak hanya menyentuh anggota aktif, tetapi juga para pemangku kepentingan di sekitar mereka. Ketua Venture secara eksplisit meminta para senior komunitas, pengurus, orang tua, tokoh masyarakat, hingga aparat untuk aktif membuka ruang dialog.

"Pendekatan persuasif dan edukatif harus dikedepankan agar konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi kekerasan," lanjutnya. Ini menjadi pengakuan bahwa pencegahan tawuran tidak bisa hanya dilakukan dari dalam kelompok, melainkan butuh kolaborasi lintas elemen masyarakat.

Pesan Penutup: Komunikasi Lebih Baik dari Konvoi

Ketua Venture menutup pernyataannya dengan imbauan praktis. "Jika terjadi persoalan, selesaikan dengan komunikasi dan kepala dingin, bukan dengan konvoi, senjata, tawuran, atau perusakan." Pernyataan ini secara implisit mengkritik budaya penyelesaian masalah yang kerap dilakukan sebagian kelompok motor di Indonesia.

Seruan ini setidaknya menjadi angin segar di tengah citra negatif yang kerap melekat pada sebagian geng motor. Pertanyaannya kini, apakah imbauan serupa akan diikuti oleh kelompok-kelompok lain sebelum musim konflik berikutnya muncul? Yang jelas, pernyataan Venture menempatkan mereka pada posisi yang jelas: menolak kekerasan dan memilih jalan damai.

Tagar yang mereka usung pun tegas: #StopTawuran #StopAnarkisme #StopVandalisme — sebuah ajakan untuk bergerak membangun masa depan, bukan menghancurkannya.

Reporter: Sigit Wicaksono
Sumber: figurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top