BANDUNG — Hasil drawing resmi AFC di Kuala Lumpur, Selasa (18/8/2026), menempatkan pemenang laga Persib kontra Manila Digger ke Grup E Zona Timur. Grup ini langsung dijuluki sebagai grup neraka karena mempertemukan Maung Bandung dengan dua klub berpengalaman panjang di kompetisi antarklub kontinental.
FC Seoul datang dengan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama K-League, sementara Melbourne Victory adalah langganan final di kompetisi Asia. The Cong-Viettel, meski tidak setenar dua nama di atas, tetap menjadi ancaman serius bagi Persib.
Selain kualitas lawan, tantangan lain yang tak kalah berat adalah faktor perjalanan tandang. Skuad asuhan Igor Tolic harus rela menempuh ribuan kilometer menuju Seoul, Melbourne, dan Hanoi.
Perbedaan waktu dan kondisi cuaca ekstrem di tiga negara tersebut bisa menjadi faktor pembeda. Pemain Persib harus beradaptasi cepat jika ingin bersaing di papan atas klasemen.
Meski bayang-bayang grup neraka sudah terbayang, fokus utama skuad Maung Bandung saat ini masih tertuju pada laga play-off. Kemenangan melawan Manila Digger menjadi harga mati untuk mengamankan tiket ke fase grup ACL 2.
Jika gagal melewati Manila Digger, konsekuensinya cukup besar. Maung Bandung akan turun kasta dan harus berkompetisi di AFC Challenge League musim 2026/2027.
Laga kontra Manila Digger akan menjadi ujian pertama sekaligus penentu nasib Persib di pentas Asia musim depan. Dukungan penuh Bobotoh di GBLA diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi para pemain.