JAWA BARAT — Gempa yang episentrumnya berada di koordinat 8,41° Lintang Selatan; 121,39° Bujur Timur itu berlokasi di laut pada jarak 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Getaran terasa kuat di wilayah Mbay dan sekitarnya pada pukul 04.50 WIB, memicu respons cepat dari pusat kendali BMKG untuk menerbitkan peringatan dini.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,41° LS; 121,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 30 Km arah timur laut Nagegeo, Nusa Tenggara Timur," ucap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026).
Hasil pemodelan tsunami yang dirilis BMKG menunjukkan ancaman gelombang dengan ketinggian 0,5 hingga 3 meter masuk dalam kategori Siaga. Masyarakat di pesisir utara Pulau Flores dan sebagian pesisir Sulawesi Selatan diminta segera menjauhi garis pantai.
Untuk Provinsi NTT, perkiraan waktu tiba gelombang pertama tercatat di Manggarai Bagian Utara dan Ngada Bagian Utara pada pukul 05.02 WIB. Disusul wilayah Ende pukul 05.05 WIB, dan Flores Timur pada pukul 05.15 WIB. Di Sulawesi Selatan, Kabupaten Jeneponto diperkirakan akan terdampak pada pukul 05.13 WIB.
BMKG menginstruksikan pemerintah daerah setempat untuk segera menggerakkan masyarakat menuju tempat evakuasi sementara yang lebih tinggi. Warga yang berada di sekitar muara sungai dan pesisir pantai diminta tidak kembali ke rumah sebelum status peringatan dicabut secara resmi.
Pihak BMKG juga menyatakan akan terus memantau perkembangan aktivitas seismik di Laut Flores. Data terbaru dari sensor pasang surut akan diumumkan secara berkala untuk memastikan apakah status peringatan dapat diturunkan atau justru dinaikkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat guncangan gempa utama. Tim tanggap darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikabarkan telah bersiaga untuk melakukan asesmen cepat ke lokasi terdampak.