JAWA BARAT — Kenaikan harga memori global memang bikin kelas entry-level ikut merangkak naik. Namun dari pantauan kami di ritel Indonesia, persaingan di rentang harga Rp2,3 juta sampai Rp2,9 juta justru makin ketat. Pilihannya bukan lagi soal "HP murah yang bisa buat WA", tapi sudah masuk ke fitur yang tahun lalu hanya ada di kelas menengah: layar AMOLED 120Hz, baterai 7.000 mAh, hingga sertifikasi ketahanan IP64.
Kami memilih enam model yang menurut kami paling masuk akal untuk dibeli, dengan catatan jujur soal kekurangan masing-masing. Karena di kelas harga ini, tidak ada yang sempurna — kamu selalu "membayar" untuk satu keunggulan dan "mengorbankan" hal lain.
Kalau prioritasmu adalah kualitas layar, Redmi Note 15 adalah pilihan paling jelas. Panel AMOLED 6,77 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 3.200 nits — angka yang biasanya ada di HP flagship. Di luar ruangan, layar ini tetap terbaca jelas tanpa harus menaikkan kecerahan manual.
Performa ditopang MediaTek Helio G100-Ultra, cukup untuk gaming ringan dan multitasking harian. Kamera utama 108 MP menghasilkan foto yang tajam di kondisi cahaya cukup, meski di malam hari tetap ada noise yang wajar di kelasnya. Baterai 6.000 mAh dengan fast charging 33W terasa standar, tapi cukup untuk pemakaian satu hari penuh.
Kekurangan: harga varian 6/128 GB menyentuh Rp2.899.000, paling mahal di daftar ini. Untuk selisih Rp200 ribuan, kamu bisa dapat baterai lebih besar di model lain.
Ini dia "raja daya tahan" di kelas Rp2 jutaan. Kapasitas 8.000 mAh adalah yang terbesar di daftar ini, dan dengan prosesor Unisoc T7250 yang irit daya, kamu bisa melewati dua hari pemakaian normal tanpa menyentuh charger. Fast charging 45W juga cukup cepat untuk mengisi baterai sebesar itu — sekitar 1,5 jam dari kosong ke penuh.
Layar LCD 6,8 inci 120Hz terasa mulus untuk scroll media sosial, dan rating IP64 plus ArmorShell Protection memberikan ketenangan ekstra soal ketahanan. Trade-off utamanya: kamera 50 MP-nya hanya menghasilkan foto yang "cukup" di siang hari, dan bodinya terasa tebal karena baterai besar.
Harga Rp2.599.000 untuk varian 4/128 GB membuatnya jadi pilihan paling rasional kalau kamu tipe yang benci bawa powerbank.
Oppo membawa baterai 7.000 mAh ke kelas ini, dan yang menarik, mereka tetap menjaga ketebalan bodi tetap masuk akal. Layar 6,75 inci 120Hz (IPS LCD) cukup lega untuk menonton video, dan kamera utama 13 MP memang terlihat "jadul" di atas kertas, tapi pemrosesan AI Oppo membantu menghasilkan warna yang lebih hidup untuk unggahan media sosial.
Harga Rp2.699.000 untuk 4/64 GB terasa agak mahal mengingat storage-nya kecil di tahun 2026. Versi 4/128 GB yang dibanderol Rp2,9 jutaan setelah diskon lebih masuk akal, tapi itu sudah keluar dari segmen "Rp2 jutaan" yang sebenarnya.
Catatan penting: Unisoc T7250 di sini sama dengan Realme P4x, jadi jangan berharap performa gaming tinggi. Ini HP untuk pemakaian harian yang mementingkan daya tahan.
Infinix selalu agresif di harga, dan Hot 70 membuktikannya. Baterai 6.000 mAh dengan fast charging 45W adalah kombinasi yang sangat jarang di kelas ini — kamu bisa dapat 50% dalam 30 menit. Sertifikasi IP65 dan SGS untuk ketahanan benturan juga jarang ada di harga segini.
Layar IPS LCD 6,78 inci 120Hz cukup lega, dan MediaTek Helio G100 Ultimate memberikan performa sedikit lebih baik dari Unisoc T7250 untuk gaming ringan. Kamera 50 MP-nya menghasilkan foto siang hari yang tajam, meski mode malamnya biasa saja.
Masalahnya, harga sudah naik dari peluncuran. Varian termurah kini Rp2,3 jutaan, dan versi 8/128 GB menyentuh Rp2,8 jutaan — mendekati harga Redmi Note 15 yang layarnya jauh lebih baik.
Kalau penampilan penting, Spark 50 meniru bahasa desain iPhone 17 Pro dengan modul kamera besar yang terlihat mewah. Baterai 7.000 mAh dan kamera utama 50 MP dengan fitur FlashSnap (mode cepat tangkap) jadi nilai jual utama. Rating IP64 dan klaim tahan jatuh dari 1,8 meter menambah daya tariknya.
Kelemahan paling mencolok: fast charging hanya 18W. Mengisi baterai 7.000 mAh dari kosong ke penuh bisa memakan waktu hampir 3 jam. Ini tidak masalah kalau kamu charging semalaman, tapi sangat mengganggu kalau butuh isi cepat sebelum berangkat.
Harga mulai Rp2.699.000 untuk 4/128 GB, sebanding dengan Oppo A6c tapi dengan desain yang lebih menarik.
Vivo Y05 membawa baterai 6.500 mAh yang seharusnya menjadi nilai jual, tapi dukungan pengisian cepatnya sangat minim — bahkan tidak disebutkan kapasitas watt-nya, yang mengindikasikan charging di bawah 15W. Ini artinya mengisi baterai besar tersebut akan memakan waktu sangat lama.
Layar IPS LCD 6,74 inci 120Hz dan kamera yang standar di kelasnya membuat Y05 hanya menarik untuk pengguna yang benar-benar butuh daya tahan dan tidak peduli dengan kecepatan charging. Harga jualnya sedikit di bawah Rp2,7 jutaan, tapi kami sulit merekomendasikannya ketika Realme P4x menawarkan baterai lebih besar dan charging lebih cepat di harga yang sama.
Pilihan terbaik sangat tergantung prioritas:
Yang perlu diingat: semua HP di daftar ini menggunakan prosesor kelas entry (Helio G100 atau Unisoc T7250). Jangan berharap bisa main game berat dengan setting tinggi — ini HP untuk produktivitas, media sosial, dan nonton video. Kalau kebutuhanmu gaming, kamu perlu naik kelas ke Rp3,5 jutaan untuk mendapatkan chipset yang lebih bertenaga.