Warga Cimahi Manfaatkan Lapangan Baros Jadi Tempat Simpan Air Hujan, Tandon 1.000 Liter Siap Hadapi Kemarau

Penulis: Prayoga Santana  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39:01 WIB
Warga memanfaatkan lapangan di kawasan Baros, Kota Cimahi, sebagai tempat menyimpan cadangan air hujan untuk menghadapi musim kemarau.

CIMAHI — Lapangan di kawasan Baros, Kota Cimahi, Jawa Barat, tidak hanya menjadi tempat bermain anak-anak. Bagi warga sekitar, tanah lapang yang berada tak jauh dari jalur rel kereta api itu berfungsi ganda: sebagai ruang terbuka sekaligus tempat menyimpan cadangan air tanah.

Air hujan yang selama ini dibiarkan mengalir begitu saja saat musim hujan kini sebagian diarahkan melalui saluran menuju sejumlah titik resapan di bawah lapangan. Saluran itu direncanakan warga dengan perhitungan matang, meski dari permukaan prosesnya nyaris tak terlihat.

Air Mengalir Tanpa Pompa Berkat Sistem Gravitasi

Di bawah permukaan lapangan, air hujan yang masuk ke titik resapan ditampung dan menjadi persediaan ketika kemarau datang. Warga setempat memanfaatkan tandon berkapasitas sekitar 1.000 liter untuk mengambil air saat membutuhkan.

Sistem ini mengandalkan gaya gravitasi, sehingga air dapat dialirkan tanpa bantuan pompa listrik. Cara tersebut lahir dari pengalaman warga menghadapi kekeringan yang sebelumnya datang berulang setiap musim kemarau di kawasan itu.

Menabung Air Saat Hujan untuk Hari Kering

Keberadaan lapangan resapan ini menjadi pengingat bahwa air yang turun saat musim hujan bisa disimpan untuk menghadapi hari-hari kering. Di tengah ancaman kekeringan yang mulai dirasakan sejumlah wilayah, inisiatif warga Baros ini menjadi contoh pemanfaatan infrastruktur sederhana berbasis lingkungan.

Anak-anak yang berlarian di lapangan tersebut menjadi pemandangan sehari-hari, berbaur dengan aktivitas warga yang melintas di sekitar permukiman. Namun, bagi warga setempat, lapangan itu menyimpan fungsi vital yang tak terlihat dari luar.

Reporter: Prayoga Santana
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top