JAWA BARAT — Vivo resmi memperkenalkan X300E di China pada Senin (29/7/2026) sebagai varian yang lebih ramah di kantong dari seri X300 standar. Berbeda dari pendahulunya yang fokus pada kamera, lini ini justru mengusung jargon "performa flagship" dengan baterai monster. Kami belum memegang unitnya, jadi ulasan ini??? spesifikasi resmi dan kesan awal dari materi peluncuran—bukan hasil uji laboratorium independen.
Daya tarik utama X300E adalah kombinasi chipset Snapdragon 8 Gen 5 fabrikasi 3nm dengan baterai berkapasitas jumbo. Vivo mengklaim keduanya bisa muat dalam bodi yang sangat tipis—sebuah proposisi yang secara teknis menantang karena manajemen panas biasanya menjadi masalah besar pada perangkat tipis bertenaga tinggi.
Pertanyaan besarnya adalah: apakah Vivo melakukan kompromi pada material bodi atau sistem pendingin untuk mencapai ketipisan tersebut? Jawabannya belum bisa kami konfirmasi tanpa unit fisik. Namun, pengguna yang sering main game berat sebaiknya menunggu hasil uji thermal throttling dari reviewer independen sebelum memutuskan membeli.
Panel AMOLED 6,59 inci resolusi 1,5K dengan refresh rate 144Hz dan puncak kecerahan 5.000 nits adalah spesifikasi yang mengesankan di kelasnya. Angka 5.000 nits memang menjanjikan visibilitas luar ruangan yang luar biasa, dan dukungan DCI-P3 penuh berarti reproduksi warna yang hidup untuk konten HDR.
Namun, perlu diingat bahwa kecerahan puncak biasanya hanya aktif untuk konten HDR tertentu dalam waktu singkat. Untuk penggunaan normal, kecerahan rata-rata-lah yang lebih menentukan kenyamanan mata. Kami juga belum bisa menilai akurasi warna default-nya—apakah cenderung terlalu jenuh atau justru kalem—karena itu sangat bergantung pada kalibrasi pabrikan.
Untuk urusan dapur pacu, X300E tidak main-main. Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB. Kombinasi ini secara teori siap untuk gaming kompetitif, editing video 4K, dan multitasking berat tanpa hambatan berarti.
Yang perlu dicermati adalah skor benchmark dan frame rate aktual. Kami belum memiliki data AnTuTu atau Geekbench untuk varian ini. Yang lebih penting dari angka mentah adalah bagaimana sistem pendinginnya bekerja—apakah performa tetap stabil setelah 30 menit sesi gaming atau justru turun drastis karena panas. Ini adalah poin krusial yang wajib diuji lebih lanjut.
Meski spesifikasinya menggoda, ada beberapa catatan yang perlu Anda pertimbangkan:
Vivo X300E adalah proposisi yang menarik: performa flagship dengan daya tahan baterai ekstra. Ia jelas menyasar pengguna yang menginginkan kecepatan dan jarang mau kompromi soal daya tahan. Namun, klaim "bodi tipis" dan "performa dewa" harus dibuktikan dengan uji thermal dan benchmark riil.
Untuk saat ini, kami menyarankan Anda untuk bersabar. Tunggu unit review beredar di Indonesia dan lihat hasil uji dari Jagat Review atau GadgetIn sebelum memutuskan untuk memesan. Jangan terkecoh dengan angka di atas kertas—hasil uji di dunia nyata adalah segalanya.