JAWA BARAT — Audi terus mendorong batasan teknologi pencahayaan otomotif. Pada SUV flagship terbaru mereka, Q9, pabrikan asal Jerman ini menyematkan sistem Digital Matrix LED yang tidak hanya berfungsi sebagai penerangan adaptif, tetapi juga sebagai alat komunikasi visual dengan pengguna jalan lain.
Fitur utama yang menjadi sorotan adalah kemampuan lampu untuk memproyeksikan tanda belok (turn signal) dalam bentuk panah animasi ke permukaan jalan. Proyeksi ini muncul dari setiap sudut mobil dengan orientasi diagonal, sehingga lebih mudah terbaca dari sudut pandang yang sempit.
Bayangkan Anda berada di antrean panjang di belakang sebuah truk besar saat lampu merah. Anda mungkin tidak bisa melihat lampu sein mobil di depan. Dengan proyeksi ini, Anda bisa melihat tanda belok yang terpancar di aspal, memberikan informasi lebih awal tentang niat pengemudi di depan.
“Proyeksi ini bukan sekadar gimmick, ada manfaat praktis di dalamnya,” tulis The Drive dalam laporannya. Manuver ini tidak hanya membantu sesama pengemudi mobil, tetapi juga pejalan kaki dan pesepeda yang lebih mungkin melihat tanda di tanah dibandingkan lampu di ketinggian.
Selain fitur proyeksi, Audi Q9 juga dibekali teknologi Digital Matrix LED yang memungkinkan lampu utama menyorot lalu lintas di depan tanpa menyilaukan pengendara lain. Ini adalah sistem adaptif yang sudah lazim di Eropa, namun baru mulai diterapkan secara optimal di Amerika Serikat setelah perubahan regulasi oleh NHTSA.
“Setelah awal yang goyah, pabrikan mobil yang menjual di AS akhirnya mulai mendesain lampu adaptif khusus untuk aturan baru NHTSA, yang sangat berbeda dengan aturan di Eropa,” jelas laporan tersebut. Audi menjadi contoh terbaru dengan Q9 yang membawa teknologi ini.
Fitur proyeksi tanda belok ini rencananya tidak eksklusif untuk Q9. Audi akan membawanya ke Q7 yang lebih kecil, dan kemungkinan besar akan merambah ke lini produk lain setelahnya.
Sistem proyektor di mobil sebenarnya sudah banyak digunakan pada kendaraan premium, biasanya untuk menampilkan logo atau cahaya sambutan saat membuka pintu. Yang membedakan pendekatan Audi adalah fungsinya yang langsung berkaitan dengan keselamatan berkendara.
Meski bukan fitur yang mengubah permainan secara drastis, peningkatan visibilitas terhadap apa yang dilakukan pengendara lain adalah langkah positif. “Ini bukan fitur keselamatan yang mengubah hidup, tapi langkah apa pun yang meningkatkan visibilitas terhadap apa yang dilakukan pengendara lain umumnya positif,” tulis The Drive.
Ke depannya, teknologi proyektor ini bisa dikembangkan untuk menyampaikan informasi lain. Pertanyaannya sekarang, apa lagi yang bisa disampaikan oleh proyektor ini kepada pengguna jalan? Audi tampaknya baru memulai eksplorasi mereka di bidang ini.