Pemkot Bogor Pasang Pagar Perlintasan Kereta di Jalan Sholeh Iskandar, 3 Titik Lain Juga Akan Diamankan

Penulis: Okta Nugraha  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 20:42:31 WIB
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meninjau pemasangan pagar pembatas di perlintasan kereta api Jalan Sholeh Iskandar, Rabu (29/7/2026).

BOGOR — Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim langsung meninjau proses pemasangan pagar di perlintasan Jalan Sholeh Iskandar pada Rabu (29/7/2026). Ia mengatakan, keputusan pemagaran diambil setelah koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

“Yang pertama, di titik ini sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Bahkan ada beberapa kendaraan yang nekat menerobos sehingga menimbulkan korban. Oleh karena itu, Pemkot Bogor memutuskan agar keselamatan masyarakat lebih terjamin,” ujar Dedie di lokasi.

Sebelum Dipagari, Warga Masih Bisa Melintas Sembarangan

Menurut Dedie, sebelum pemagaran dilakukan, masih banyak masyarakat yang melintas secara sembarangan melalui celah di sekitar rel. Kondisi itu dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Sebelumnya orang-orang masih bisa menerobos atau meloncat di area tersebut. Dengan adanya pembatasan dan pemagaran ini, mudah-mudahan keselamatan masyarakat bisa lebih kita jaga dari potensi terjadinya kecelakaan. Itu tujuan utamanya,” katanya.

Akses Khusus untuk PT KAI: Kunci Dipegang Langsung Pihak Kereta

Dalam proses pembangunan pagar, Pemkot Bogor juga menyiapkan akses khusus yang dapat digunakan PT KAI untuk keperluan pemeliharaan jalur rel. Dedie menegaskan, kunci akses tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh PT KAI tanpa harus melalui koordinasi panjang dengan pemerintah kota.

“Intinya ada permintaan dari PT KAI untuk kebutuhan maintenance. Saya minta nanti pihak KAI saja yang memegang kuncinya. Jadi kalau ke depan ada apa-apa, mereka bisa melakukan pemeliharaan jalur dengan mudah,” jelasnya.

Area Sekitar Perlintasan Disulap Jadi Ruang Terbuka Hijau

Pemkot Bogor tidak hanya berhenti pada pemagaran. Kawasan di sekitar perlintasan, termasuk area putaran arah KS Tubun dan sisi pagar yang baru dipasang, akan ditata menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

“Setelah pemagaran ini selesai, saya sudah menugaskan Disperumkim untuk membangun taman di area seberang. Kemudian di area samping sini juga akan dijadikan taman. Jangan sampai area ini sepenuhnya dikuasai oleh PKL sehingga kesannya menjadi kumuh. Kalau sudah kumuh, itu akan menimbulkan kerawanan,” ucap Dedie.

Penataan kawasan ini, menurutnya, juga bertujuan mengurangi potensi gangguan ketertiban dan meringankan tugas aparat keamanan di lapangan.

Tak Berhenti di Sholeh Iskandar: Tiga Titik Lain Disiapkan

Dedie mengungkapkan, program pengamanan perlintasan kereta api akan berlanjut ke sejumlah lokasi lain yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi. Setelah Jalan Sholeh Iskandar, Pemkot Bogor menyiapkan pemagaran di Jalan RE Martadinata, tepatnya di bawah flyover.

“Sambil berjalan, kita juga sedang mempersiapkan DED untuk penutupan perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun. Perlintasan di MA Salmun nantinya akan kita tutup total,” katanya.

Sebagai solusi mobilitas masyarakat, Pemkot Bogor juga menyiapkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) serta jembatan penyeberangan khusus sepeda motor di kawasan MA Salmun.

“Kita akan coba siapkan JPO dan jembatan penyeberangan khusus untuk pemotor. Ini merupakan langkah yang kita ambil untuk mengantisipasi dan meminimalisir terjadinya kecelakaan yang melibatkan pengendara motor,” pungkasnya.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: bogor-kita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top