GARUT — Sebanyak 1.237 anggota tercatat dalam basis data DPC XTC Indonesia Kabupaten Garut, yang membawahi 28 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di berbagai kecamatan. Jumlah itu menjadi modal organisasi untuk memperkuat pembinaan kader dan memperluas kontribusi sosial. Silaturahmi tahunan yang digelar baru-baru ini menjadi forum merapatkan barisan sebelum memasuki tahun politik internal.
Ketua DPC XTC Indonesia Kabupaten Garut, Gan Gan Husnul Muamar, mengatakan agenda tersebut merupakan forum rutin yang mempertemukan seluruh unsur, dari DPC, koordinator wilayah, hingga pengurus ranting. “Tujuannya untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kekompakan organisasi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Gosip Garut, belum lama ini.
Masa bakti Ketua DPC saat ini dijadwalkan berakhir pada 2026, sehingga organisasi mulai menyiapkan tahapan Muscab. Gan Gan menyebut hasil rapat pleno mengenai tahapan akan diumumkan melalui media sosial resmi organisasi. Kegiatan silaturahmi kali ini sengaja tidak melibatkan peserta dari luar daerah agar pembinaan internal lebih efektif.
Selain jajaran internal, pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) XTC Indonesia Jawa Barat, Sekretaris Jenderal DPD, mantan Ketua Umum, serta para sesepuh organisasi. Gan Gan berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Garut dapat mendukung program-program sosial yang dijalankan XTC Indonesia.
Salah satu misi utama yang diusung dalam konsolidasi ini adalah mengubah stigma publik terhadap XTC Indonesia. Gan Gan menegaskan, organisasi terus membawa semangat perubahan melalui kegiatan sosial dan peran sebagai kontrol sosial di tengah masyarakat.
“Kami terus membawa semangat perubahan stigma, dari ‘haram jadah menuju sajadah’. Kami ingin menunjukkan bahwa XTC Indonesia adalah organisasi kemasyarakatan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Gan Gan.
Silaturahmi tahunan ini menjadi momentum untuk membuktikan komitmen tersebut. Dengan basis anggota yang tersebar di 28 PAC, organisasi berharap mampu meningkatkan kualitas pembinaan kader sekaligus memperbesar kontribusi dalam pembangunan sosial di Kabupaten Garut. Regenerasi kepemimpinan yang akan datang diharapkan membawa wajah baru yang lebih terbuka dan produktif bagi masyarakat.