Pemkot Tasikmalaya Targetkan 55 Warga Bekerja di Jepang Lewat Program Tasik Pelak, Gaji Rp20–29 Juta per Bulan

Penulis: Okta Nugraha  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:01:31 WIB

TASIKMALAYA — Pemerintah Kota Tasikmalaya secara resmi melepas puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang dalam acara di Aula Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK), Jumat (24/7/2026). Pelepasan ini merupakan bagian dari program prioritas Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan yang disebut Tasik Pelak.

Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, para pekerja yang diberangkatkan adalah mereka yang telah memiliki keahlian dan kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan Jepang. Mereka akan bekerja di sebuah supermarket di Okayama City.

Target 55 Orang hingga Akhir 2026

Pemkot menargetkan total 55 tenaga kerja asal Tasikmalaya bisa berangkat ke Jepang hingga akhir tahun ini. “Mudah-mudahan semakin banyak tenaga kerja berangkat ke Jepang. Ini akan kita integrasikan dengan sejumlah SMA, SMK dan Sekolah Rakyat (SR) yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan Jepang,” ujar Viman dalam sambutannya.

Gaji Rp20–29 Juta, Dampak Ekonomi Lokal

Setiap pekerja akan menerima penghasilan Rp20–29 juta per bulan. Viman optimistis kiriman uang ke keluarga akan memperkuat perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya. “Jika setiap bulan mengirim uang ke keluarga, tentu ini akan memberikan dampak baik terhadap perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya,” paparnya.

Tak hanya Jepang, Pemkot juga berencana menjalin kerja sama dengan Malaysia, Korea, Jerman, dan China. “Semoga pengiriman pekerja migran ini dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga serta mampu memberikan multiplier effect terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tasikmalaya,” pungkas Viman.

Integrasi dengan Sekolah Rakyat dan SMK

Ke depan, program ini akan disinergikan dengan kurikulum di SMA, SMK, dan Sekolah Rakyat agar lulusan memiliki keterampilan yang dicari perusahaan Jepang. Hadir dalam acara pelepasan Kepala Dinas Tenaga Kerja Deny Diana, Kadis Pendidikan Rojab Riswan Taufik, Kadis Porabudpar Deddy Mulyana, Kadis Koperasi dan UMKM Sofyan Jaenal Mutaqin, serta Direktur MMA Foundation Muhamad Abdul Karim selaku penyalur tenaga kerja.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: fokusjabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top