TASIKMALAYA — Pemerintah Kota Tasikmalaya secara resmi melepas puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang dalam acara di Aula Pusat Promosi Industri Kerajinan (PPIK), Jumat (24/7/2026). Pelepasan ini merupakan bagian dari program prioritas Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan yang disebut Tasik Pelak.
Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan, para pekerja yang diberangkatkan adalah mereka yang telah memiliki keahlian dan kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan Jepang. Mereka akan bekerja di sebuah supermarket di Okayama City.
Pemkot menargetkan total 55 tenaga kerja asal Tasikmalaya bisa berangkat ke Jepang hingga akhir tahun ini. “Mudah-mudahan semakin banyak tenaga kerja berangkat ke Jepang. Ini akan kita integrasikan dengan sejumlah SMA, SMK dan Sekolah Rakyat (SR) yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan Jepang,” ujar Viman dalam sambutannya.
Setiap pekerja akan menerima penghasilan Rp20–29 juta per bulan. Viman optimistis kiriman uang ke keluarga akan memperkuat perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya. “Jika setiap bulan mengirim uang ke keluarga, tentu ini akan memberikan dampak baik terhadap perputaran ekonomi di Kota Tasikmalaya,” paparnya.
Tak hanya Jepang, Pemkot juga berencana menjalin kerja sama dengan Malaysia, Korea, Jerman, dan China. “Semoga pengiriman pekerja migran ini dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga serta mampu memberikan multiplier effect terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tasikmalaya,” pungkas Viman.
Ke depan, program ini akan disinergikan dengan kurikulum di SMA, SMK, dan Sekolah Rakyat agar lulusan memiliki keterampilan yang dicari perusahaan Jepang. Hadir dalam acara pelepasan Kepala Dinas Tenaga Kerja Deny Diana, Kadis Pendidikan Rojab Riswan Taufik, Kadis Porabudpar Deddy Mulyana, Kadis Koperasi dan UMKM Sofyan Jaenal Mutaqin, serta Direktur MMA Foundation Muhamad Abdul Karim selaku penyalur tenaga kerja.