BEKASI — Komisi V DPRD Jawa Barat mengingatkan Pemerintah Kota Bekasi dan panitia penyelenggara agar pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 tidak hanya sukses dari sisi prestasi, tetapi juga tertib dalam pengelolaan administrasi dan anggaran.
Hasbullah Rahmat menegaskan bahwa keberhasilan Porprov tidak cukup diukur dari medali atau rekor pertandingan. Menurutnya, penggunaan anggaran yang mencapai sekitar Rp 137 miliar harus dipertanggungjawabkan tanpa meninggalkan masalah setelah acara usai.
“Jangan sampai support anggarannya APBD Rp 137 miliar, nanti setelah perhelatan Porprov selesai justru ada temuan. Sukses prestasi harus diikuti dengan sukses administrasi,” ujarnya.
Untuk meminimalkan potensi kesalahan, Komisi V telah meminta panitia penyelenggara melibatkan konsultan sebagai pendamping pengelolaan administrasi dan keuangan. Hasbullah menilai supervisi dari konsultan akan menjaga akuntabilitas penyelenggaraan.
Kota Bekasi menjadi salah satu tuan rumah utama dengan porsi penyelenggaraan terbesar dalam Porprov XV Jawa Barat. Sebanyak 47 cabang olahraga dan 626 nomor pertandingan akan dipusatkan di kota ini selama 13 hari.
Hasbullah mengatakan Porprov ini menjadi momentum strategis untuk menyiapkan atlet Jawa Barat menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) dan PON 2028. Semua cabang olahraga dipertandingkan sebagai tolok ukur pembinaan atlet.
“Porprov ini menjadi starting point menyiapkan atlet Jawa Barat menghadapi PON. Semua cabang olahraga dipertandingkan sehingga hasilnya menjadi tolok ukur pembinaan atlet,” ucapnya.
Selain prestasi, Hasbullah mendorong agar perhelatan ini mampu mengungkit perekonomian lokal. Ia meminta panitia memastikan UMKM, kuliner, hotel, hingga sektor pariwisata ikut merasakan manfaat dari gelaran Porprov.
Pemerintah Kota Bekasi, lanjut dia, telah menyiapkan ruang bagi pelaku UMKM di setiap lokasi pertandingan. Hal ini diharapkan dapat menghidupkan sektor usaha kecil selama 13 hari penyelenggaraan.
“Tidak hanya sukses cabang olahraga, tetapi masyarakat juga harus terlibat. UMKM bergerak, hotel terisi, kuliner hidup, prestasi dapat, administrasi juga harus sukses,” katanya.
Hasbullah turut menepis isu yang menyebut pelaksanaan Porprov XV Jawa Barat akan ditunda. Menurutnya, hingga saat ini seluruh tahapan penyelenggaraan masih berjalan sesuai rencana.
“Tidak ada wacana Porprov diundur. Semua tahapan sudah berjalan dan Porprov ini menjadi langkah awal menyiapkan Jawa Barat menghadapi PON 2028. Jadi harus tetap berjalan sesuai rencana,” pungkasnya.