5 Es Paling Nyos di Bekasi: Duren Medan Pekat, Es Campur Pak Oyen, sampai Podeng Santan Jadul

Penulis: Ridho Pratama  •  Minggu, 07 Juni 2026 | 11:44:31 WIB
Es durian Medan di Bekasi hadir dengan kuah santan kental dan daging durian legit.

BEKASI — Bagi pencinta durian, es durian Medan menjadi salah satu primadona di Bekasi. Ciri khasnya ada pada penggunaan daging buah durian Medan yang legit dan kuah santan kental yang gurih. Es ini biasanya disajikan dengan campuran alpukat, nangka, dan tape singkong, menjadikannya suguhan yang kaya rasa dan tekstur.

Es Campur Pak Oyen: Legenda Sejak 1990-an

Es campur Pak Oyen sudah malang melintang di Bekasi sejak era 1990-an. Keunggulannya terletak pada sirup merah buatan sendiri yang tidak terlalu manis dan segar. Isiannya melimpah: cincau hitam, kolang-kaling, nangka, alpukat, tape, dan roti tawar yang menyerap sirup.

Porsi jumbo dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama. Banyak pelanggan setia yang rela antre demi menikmati semangkuk es campur legendaris ini.

Es Teler Karamel Gula Aren: Manis Alami dan Aroma Bakar

Berbeda dari es teler biasa, varian ini menggunakan karamel gula aren asli yang memberikan rasa manis alami dan aroma khas. Campuran alpukat, kelapa muda, dan nangka berpadu dengan saus karamel yang legit.

Tekstur gula aren yang sedikit kental dan wangi bakar membuat es ini terasa lebih premium. Cocok bagi mereka yang ingin menikmati es teler dengan cita rasa tradisional yang lebih kompleks.

Es Kelapa Kopyor: Daging Kelapa Asli, Bukan Buatan

Es kelapa kopyor di Bekasi menggunakan daging kelapa kopyor asli yang lembut dan mudah hancur di mulut. Kuahnya berupa santan segar dan gula merah cair yang tidak terlalu encer. Beberapa penjual menambahkan nangka dan alpukat sebagai pelengkap.

Keaslian bahan menjadi nilai jual utama. Harga seporsi es kelapa kopyor memang lebih tinggi dibanding es campur biasa, namun tekstur dan rasa daging kelapa kopyor yang legit sulit ditiru oleh produk instan.

Es Podeng Santan Jadul: Kenangan Masa Kecil

Es podeng santan jadul menjadi penutup daftar rekomendasi. Es ini mengingatkan pada jajanan tahun 1990-an dengan bahan dasar santan kental, tape singkong, dan potongan roti tawar. Tidak seperti es podeng modern yang menggunakan susu kental manis, versi jadul ini mengandalkan gula merah cair dan garam untuk menyeimbangkan rasa.

Teksturnya lebih ringan dan tidak terlalu manis. Beberapa pedagang masih mempertahankan resep turun-temurun dengan tambahan alpukat atau nangka. Tempat-tempat yang menyajikan es podeng jadul ini biasanya buka sore hingga malam hari.

Reporter: Ridho Pratama
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top