Komplotan Maling Motor dengan Modus Fitnah Beraksi di Depok, Polisi Buru Pelaku yang Targetkan Anak di Bawah Umur

Penulis: Okta Nugraha  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:04:57 WIB
Polisi Depok memburu komplotan maling motor dengan modus fitnah yang sasar anak di bawah umur.

DEPOK — Aksi kriminal dengan modus baru yang menyasar anak-anak di bawah umur menjadi perhatian publik di Jawa Barat. Sebuah komplotan pencuri motor di Depok menggunakan modus fitnah untuk melancarkan aksinya, dan video kejadian tersebut viral di media sosial. Polisi saat ini tengah memburu para pelaku yang disebut-sebut masih berkeliaran.

Modus Fitnah yang Menjerat Anak

Berdasarkan informasi yang beredar, komplotan ini tidak serta-merta merampas kendaraan. Mereka terlebih dahulu menjebak korban dengan skenario fitnah, sehingga korban—yang masih di bawah umur—menjadi bingung dan lengah. Momen itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur sepeda motor.

“Modus seperti ini sangat berbahaya karena menyasar anak-anak yang secara psikologis lebih rentan,” ujar seorang sumber di lingkungan kepolisian yang enggan disebutkan namanya. Polres Metro Depok belum merilis pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini.

Mengapa Kasus Ini Viral dan Penting Diwaspadai

Viralnya kasus ini di media sosial menunjukkan kekhawatiran publik terhadap keamanan di lingkungan tempat tinggal. Depok sebagai kota penyangga Jakarta memiliki mobilitas tinggi, dan anak-anak kerap menjadi pengguna sepeda motor untuk bersekolah atau beraktivitas. Modus fitnah menjadi ancaman baru yang sebelumnya jarang terungkap di ruang publik.

Para orang tua di Depok diimbau untuk lebih waspada dan memberikan pemahaman kepada anak-anak mereka mengenai modus kejahatan di jalan. “Anak-anak harus diajari untuk tidak mudah percaya pada orang asing, apalagi jika dituduh melakukan sesuatu yang tidak mereka lakukan,” tambah sumber tersebut.

Langkah Polisi dan Imbauan ke Warga

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang terekam dalam video amatir. Belum ada jumlah pasti korban yang dilaporkan, namun pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi untuk segera melapor.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa modus kejahatan terus berkembang. Masyarakat diminta untuk tidak hanya waspada terhadap pencurian biasa, tetapi juga terhadap skenario psikologis yang dirancang untuk melumpuhkan kewaspadaan korban, terutama anak-anak.

Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Psikolog anak menyarankan agar orang tua rutin berdiskusi dengan anak mengenai keselamatan di jalan. Selain itu, membatasi penggunaan kendaraan bermotor untuk anak di bawah umur juga menjadi langkah preventif yang efektif. Pihak sekolah juga diharapkan bisa memberikan edukasi keamanan secara berkala.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih memburu komplotan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah tersangka atau barang bukti yang diamankan.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top