BOGOR — Jalan Kebon Pedes, Kota Bogor, yang mengalami longsor hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan. Warga setempat menyebut tidak ada pekerja atau alat berat yang masuk ke lokasi untuk menangani kerusakan tersebut.
"Sudah lama tidak ada pekerja. Kondisinya masih sama seperti saat pertama longsor," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Longsor terjadi di ruas jalan yang menjadi akses utama warga dari Kelurahan Kebon Pedes menuju Kecamatan Tanah Sareal. Jalan yang amblas diperkirakan memiliki lebar sekitar setengah badan jalan, sehingga kendaraan roda dua dan empat hanya bisa melintas secara bergantian.
Kondisi ini dikeluhkan warga karena menghambat mobilitas sehari-hari, termasuk akses menuju sekolah, pasar, dan tempat kerja. "Kalau hujan, khawatir longsornya meluas," tambah warga lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kota Bogor atau Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor mengenai jadwal perbaikan. Warga berharap pemkot segera turun tangan sebelum kondisi jalan semakin parah dan membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak terlihat rambu peringatan atau pembatas yang memadai di sekitar area longsor. Hal ini dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan deras.
Kota Bogor, yang berada di dataran tinggi dengan curah hujan tinggi, kerap menghadapi bencana tanah longsor akibat kondisi tanah yang labil. Namun, lambatnya respons penanganan kerap dikeluhkan warga. Faktor anggaran, koordinasi antarinstansi, serta prioritas proyek dinilai menjadi penyebab utama.
Beberapa kasus longsor sebelumnya di wilayah Bogor Barat dan Bogor Selatan juga membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga bulanan untuk diperbaiki. Warga berharap ada sistem tanggap darurat yang lebih cepat untuk infrastruktur vital seperti jalan utama.
Warga berharap Pemkot Bogor segera melakukan asesmen dan menetapkan status darurat pada ruas jalan tersebut. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan longsor akan meluas dan memutus akses satu-satunya yang menghubungkan permukiman padat penduduk dengan pusat kota.
Belum ada informasi mengenai anggaran atau kontraktor yang akan ditunjuk untuk proyek perbaikan. Warga berencana mengirimkan surat pengaduan resmi ke DPRD Kota Bogor dan Dinas PUPR agar persoalan ini mendapat perhatian lebih.