JAWA BARAT — Pemeriksaan teknis pasca-balapan di Sirkuit Las Vegas Strip, Minggu (24/11) dini hari WIB, menemukan keausan berlebihan pada komponen plank atau papan kayu di bagian bawah mobil McLaren milik Norris dan Piastri. Ketebalan rear skid block keduanya tidak memenuhi standar minimum 9 milimeter yang ditetapkan dalam regulasi teknis Formula 1.
Kemenangan Max Verstappen di GP Las Vegas kini menjadi lebih dari sekadar podium biasa. Pebalap Red Bull itu langsung mendapatkan momentum besar untuk mengejar ketertinggalan di klasemen setelah dua rival terdekatnya kehilangan poin penuh.
Dengan sisa dua Grand Prix dan satu sesi Sprint Race di Qatar dan Abu Dhabi, total 58 poin masih bisa diperebutkan. Verstappen, yang sebelumnya sempat dianggap hampir mustahil mengejar, kini kembali menjadi ancaman serius bagi Norris.
Diskualifikasi Norris (finis kedua) dan Piastri (finis keempat) secara otomatis menaikkan seluruh posisi di bawah mereka satu tingkat. George Russell naik ke posisi kedua, sementara rookie Kimi Antonelli resmi mengamankan tempat ketiga—podium keduanya musim ini.
Ferrari dan Williams sama-sama mengamankan posisi lima besar, sementara Haas menjadi tim paling diuntungkan dengan kedua pebalapnya masuk zona poin. Perubahan ini mengubah total peta kekuatan tim papan tengah yang masih berjuang memperbaiki posisi di klasemen konstruktor.
Regulasi teknis F1 mensyaratkan ketebalan plank minimal 9 mm untuk mencegah tim mendapatkan keuntungan aerodinamis dari jarak terlalu rendah ke aspal. Keausan berlebih pada komponen ini mengindikasikan bahwa mobil MCL39 beroperasi di luar batas aman yang ditetapkan.
McLearn sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan ini. Namun, tim asal Woking itu dipastikan kehilangan poin krusial yang sebelumnya sudah di depan mata di Las Vegas.
Dengan selisih yang semakin tipis, setiap detail teknis dan keputusan strategi di lintasan akan menjadi penentu. Dua seri terakhir musim 2025 dipastikan berlangsung sengit.