BANDUNG — Gelombang kendaraan pemudik dan wisatawan mulai membanjiri Kota Bandung sejak Jumat sore, menandai dimulainya libur panjang akhir pekan ini. Data dari Polrestabes Bandung menunjukkan angka signifikan: 90.000 kendaraan roda dua dan empat masuk, sementara hanya 60.000 kendaraan yang tercatat keluar. Selisih 30.000 kendaraan ini menjadi indikator utama kepadatan yang terjadi di sejumlah ruas jalan.
Kasatlantas Polrestabes Bandung, AKBP Hudi Arif, menyebutkan bahwa mayoritas wisatawan dari luar daerah masuk melalui jalur tol. Kepadatan arus lalu lintas terkonsentrasi di akses keluar-masuk gerbang tol utama. "Titik-titik kepadatan arus lalu lintas yang ada di Kota Bandung ini, yang kita perlu antisipasi di gerbang tol keluar atau masuk ke Kota Bandung seperti di GT Pasteur, Buahbatu, Moh Toha, dan Summarecon," ujar Hudi di Bandung, Jumat.
Libur panjang yang bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2026 menjadi pemicu utama. Momen ini kerap dimanfaatkan warga dari Jakarta dan sekitarnya untuk berlibur ke Bandung. Polrestabes memprediksi puncak arus balik kendaraan akan terjadi pada Minggu (31/5). Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari jam-jam sibuk jika tidak ingin terjebak macet.
Selain di gerbang tol, kepadatan juga diprediksi meluas ke pusat perbelanjaan besar dan jalur wisata populer. Personel kepolisian telah ditempatkan di simpang lampu merah Ledeng dan kawasan Dago untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan. "Untuk titik-titik lain, seperti pusat perbelanjaan, seperti mal-mal besar dan juga jalur-jalur yang menuju ke tempat wisata, seperti simpang lampu merah di Ledeng dan juga daerah Dago," kata AKBP Hudi.
Menghadapi situasi ini, Polrestabes Bandung mengimbau para pengendara untuk tetap disiplin berlalu lintas. "Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara," tegas Hudi. Pihaknya berharap dengan koordinasi dan pengaturan arus yang ketat, kemacetan parah dapat diminimalisir selama libur panjang ini.