BOGOR — Gedung Sekolah Rakyat di Kampung Sipak, Jasinga, kini memasuki tahap akhir pengerjaan. Targetnya, sekolah ini sudah bisa menerima siswa perdana saat tahun ajaran baru dimulai. Keberadaan sekolah ini menjadi angin segar bagi warga di delapan desa sekitar yang selama ini harus menyekolahkan anaknya ke pusat kecamatan yang jaraknya bisa mencapai belasan kilometer.
Jasinga merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bogor dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang masih rendah. Banyak anak usia sekolah di kawasan ini putus sekolah karena faktor ekonomi atau jarak tempuh ke sekolah menengah pertama dan atas yang terlalu jauh. Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi dengan konsep pendidikan gratis plus kebutuhan pokok bagi siswa dari keluarga prasejahtera.
Program ini diinisiasi oleh pemerintah pusat dan dikerjakan oleh pemerintah daerah. Sekolah Rakyat di Desa Sipak dirancang tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat sekitar.
Proses pembangunan sekolah ini berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Material bangunan mulai didatangkan sejak awal tahun, dan kini struktur utama gedung sudah berdiri. Pekerjaan yang tersisa meliputi finishing ruang kelas, pemasangan instalasi listrik dan air, serta pembangunan fasilitas penunjang seperti toilet dan lapangan serbaguna.
Kepala Desa Sipak menyebutkan bahwa warga setempat turut bergotong royong dalam proses pembangunan. "Kami bantu tenaga untuk pembersihan lahan dan pengamanan material. Ini sekolah pertama di desa kami yang setara SMP," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan seluruh proses konstruksi selesai sebelum jadwal penerimaan peserta didik baru (PPDB) dimulai. Saat ini, tim dari Dinas Pendidikan setempat juga mulai menyusun kurikulum dan merekrut tenaga pengajar yang akan ditempatkan di sekolah tersebut.
Sekolah Rakyat di Jasinga nantinya akan menampung hingga ratusan siswa dari tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Sistem pendidikannya akan mengadopsi kurikulum nasional dengan tambahan materi keterampilan hidup dan kewirausahaan.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Desa Sipak diharapkan mampu menekan angka anak tidak sekolah di Kecamatan Jasinga. Selama ini, banyak orang tua yang mengaku kesulitan mengantar anak ke sekolah karena harus melewati jalan rusak dan berbukit. Dengan adanya sekolah di desa sendiri, jarak tempuh anak-anak ke sekolah bisa dipangkas drastis.
Selain itu, sekolah ini juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi lokal. Kebutuhan logistik dan operasional harian sekolah, seperti katering dan alat tulis, direncanakan akan dipasok dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) warga setempat.
Anggaran pembangunan Sekolah Rakyat di Jasinga bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan skema pembiayaan multi-years. Meski nominal pastinya tidak disebutkan, proyek ini masuk dalam prioritas nasional percepatan pemerataan akses pendidikan di daerah tertinggal.
Pemerintah memastikan bahwa tidak ada pungutan biaya bagi siswa yang diterima. Seragam, buku, dan alat tulis akan diberikan gratis. Bahkan, pemerintah juga menyiapkan program makan siang gratis bagi siswa selama di sekolah.
Pendaftaran siswa baru rencananya akan dibuka bersamaan dengan jadwal PPDB Kabupaten Bogor. Informasi lebih lanjut akan diumumkan oleh Dinas Pendidikan melalui kantor desa dan balai kecamatan setempat. Masyarakat diimbau untuk segera mendaftarkan anaknya yang putus sekolah atau yang belum terdaftar di lembaga pendidikan formal.