JAWA BARAT — Turnamen dua tahunan ini kembali digelar di Indonesia. Sumatera Utara ditunjuk sebagai tuan rumah dengan tiga stadion — Stadion Utama Sumatera, Stadion Teladan, dan Stadion Madya — yang akan digunakan sejak 1 hingga 13 Juni 2026.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Myanmar, Timor Leste, dan Vietnam. Laga perdana kontra Myanmar menjadi ujian awal bagi skuat asuhan pelatih Indra Sjafri untuk menjaga tren positif.
Dalam 12 partisipasi sebelumnya di Piala AFF U-19, rekor Indonesia di laga pertama cukup timpang: enam menang, lima kalah, satu imbang. Namun, dalam lima edisi terakhir (2017–2024), Garuda Muda tak pernah menelan kekalahan — empat kemenangan dan satu hasil imbang.
Dua laga pembuka terakhir bahkan berakhir tanpa kebobolan. Pada 2022, Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Vietnam. Dua tahun berselang, Jens Raven dkk. membantai Filipina 6-0 di Piala AFF U-19 2024.
Myanmar bukan lawan sembarangan. Pada edisi 2016, Indonesia justru kalah 2-3 dari Myanmar di laga pertama. Namun, setahun kemudian, Garuda Muda membalas dengan kemenangan 2-1 di kandang sendiri.
Pertandingan ini juga menjadi pemanasan krusial. Dua laga berikutnya melawan Timor Leste dan Vietnam akan menentukan langkah Indonesia ke semifinal. Hanya juara grup dan runner-up terbaik yang berhak melaju.
Dengan rekor laga pertama yang positif dan dukungan penuh suporter di Sumatera Utara, optimisme Garuda Muda untuk lolos dari fase grup cukup beralasan.