BOGOR — Sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan (FH Unpak) membuktikan bahwa latar belakang pendidikan hukum tidak menjadi hambatan untuk berinovasi di bidang kuliner. Mereka berhasil menciptakan Sambal Inong, sebuah produk sambal olahan yang mengandalkan kekayaan rempah lokal, dan dinyatakan lolos dalam Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) merupakan inisiatif Kemendikbudristek yang tidak hanya menyasar mahasiswa fakultas ekonomi atau teknik. Tahun ini, tim dari FH Unpak Bogor menjadi salah satu perwakilan yang berhasil melewati kurasi ketat untuk mengembangkan produk kuliner. Keikutsertaan mereka menunjukkan bahwa semangat kewirausahaan kini merambah lintas disiplin ilmu, di mana inovasi produk bisa lahir dari siapa pun, termasuk dari kalangan calon sarjana hukum.
Sambal Inong hadir dengan konsep yang mengedepankan cita rasa rempah tradisional Indonesia. Produk ini diklaim menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah ditemukan di wilayah Bogor dan sekitarnya. Dalam konteks tren kuliner saat ini, produk sambal rumahan yang dikemas secara modern memiliki pasar yang cukup luas, terutama di kalangan anak muda dan pekerja yang mencari kepraktisan tanpa meninggalkan rasa autentik.
Dengan lolosnya proposal ini, tim mahasiswa FH Unpak mendapatkan pendanaan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha mereka secara lebih serius. Program ini tidak hanya memberikan suntikan modal, tetapi juga pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, hingga legalitas produk. Bagi mahasiswa hukum, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk memahami aspek bisnis dan perizinan usaha mikro secara langsung—ilmu yang jarang didapat di bangku kuliah.
Pertanyaan: Apa itu Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW)?
Jawaban: P2MW adalah program dari Kemendikbudristek yang bertujuan membina mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda melalui pendanaan, pelatihan, dan pendampingan. Program ini terbuka untuk semua jurusan, termasuk non-ekonomi.
Pertanyaan: Apakah produk kuliner seperti Sambal Inong bisa bersaing di pasar modern?
Jawaban: Sangat mungkin. Produk sambal lokal yang dikemas dengan higienis dan memiliki izin edar resmi memiliki potensi besar, terutama jika memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial untuk menjangkau konsumen milenial.