Alih-Alih Ubah Nama Jalan, Penguatan Kawasan Batutulis–Suryakencana Bogor Dinilai Lebih Mendesak

Penulis: Okta Nugraha  •  Senin, 25 Mei 2026 | 19:59:37 WIB
Warga dan tokoh Bogor mendesak penguatan kawasan Batutulis–Suryakencana daripada perubahan nama jalan.

BOGOR — Polemik soal perubahan nama dua ruas jalan utama di pusat Kota Bogor ini dinilai mengalihkan perhatian dari persoalan yang lebih fundamental. Alih-alih mengganti nama, para tokoh justru mendorong Pemkot Bogor untuk serius membenahi kawasan Batutulis–Suryakencana yang memiliki nilai historis tinggi.

Mengapa Penguatan Kawasan Lebih Diutamakan?

Menurut para tokoh yang menyampaikan pendapatnya, kawasan Batutulis dan Suryakencana bukan sekadar nama jalan. Keduanya adalah saksi bisu sejarah Kota Bogor sejak era Kerajaan Pajajaran. Tanpa pengelolaan yang baik, identitas sejarah itu justru akan semakin pudar.

Mereka menilai, pemerintah kota lebih mendesak untuk menyusun rencana induk pengembangan kawasan. Mulai dari penataan trotoar, pencahayaan, hingga penyediaan papan informasi sejarah yang memadai. Hal ini dinilai lebih berdampak langsung pada warga dan wisatawan dibandingkan sekadar mengganti papan nama.

Kekhawatiran Hilangnya Identitas Lokal

Perubahan nama jalan juga dikhawatirkan akan menghilangkan identitas lokal yang sudah melekat selama puluhan tahun. Bagi warga Bogor, nama Batutulis dan Suryakencana bukan hanya alamat, melainkan penanda kultural yang diwariskan turun-temurun.

“Jangan sampai kita kehilangan jejak sejarah hanya karena keputusan administratif yang kurang matang,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, penguatan kawasan justru akan meningkatkan kebanggaan warga dan potensi ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

Apa Langkah Konkret yang Diharapkan?

Para tokoh berharap Pemkot Bogor menggelar forum diskusi publik yang lebih partisipatif sebelum mengambil keputusan final. Mereka juga meminta agar kajian akademis tentang nilai sejarah dan sosial dari kawasan Batutulis–Suryakencana dipublikasikan secara terbuka.

Selain penataan fisik, penguatan kawasan juga mencakup program edukasi sejarah bagi generasi muda. Dengan begitu, nama Batutulis dan Suryakencana tidak hanya bertahan di papan jalan, tetapi juga hidup dalam kesadaran kolektif warga Bogor.

Reporter: Okta Nugraha
Sumber: radarbogor.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top